Jejak Bruang

Ikuti kemana ku melangkah

Garuda Indonesia

PREAMBLE STORY (Scroll kebawah untuk melihat langsung MAIN STORY tes Garuda Indonesia)
Hari jumat yang lalu, saat gw lagi sibuk sibuk sibuknya update twitter (yiuu.. sibuk ya bear). Tiba2 muncul notifikasi dari kanan bawah screen itu. Yup gw sekilas cuma liat email ke milis kampus gw (yg paling atas), dan gw ttp meneruskan kesibukan gw tersebut. Sekitar sejam kemudian (buset lo nge tweet sejam!!!) barulah gw liat thunderbird gw itu dan menyadari sesuatu. Yaitu ada header email Garuda Indonesia. Awalnya sh gw cuma ohh.. promosi lagi kali (ehmm.. frequent flyer). Yang ngebuat gw tersadar adalah itu bukan pada kolom personal email gw, tp email resmi gw yg artinya itu email dari rekrutmen Garuda.

Awal agustus kemarin gw apply posisi yang jarang2 dibuka di Garuda sendiri yaitu IT General Application. Yup biasanya kn IT Garuda di-handle sama anak perusahaanny yaitu si Aerosyst (yang kemudian telah berganti nama menjadi Asyst), gw pernah nyoba lamar disini awal tahun lalu, pernah dipanggil jg sayang pas itu gw lg ga bs ikutan tesnya. Yang membuat gw menarik adalah desjob-nya, yaitu :

  1. Identify issues and problems related to the development and maintenance of IT application systems & ICT (ICT & IT application systems development and maintenance) which includes the development of IT application systems & ICT (ICT & IT application systems development), application system maintenance IT & ICT (ICT & IT application systems maintenance).
  2. Analyzing, clarifying and defining the business requirements / needs of the user (to analyze business / user requirements).
  3. Identify the system’s ability to conduct exploration of the functions of the library resources, R & D, technological developments, to anticipate the needs of new and improved system performance.

Komen pertama gw : OMG.. Ilmu S2 gw banget. Makany gw apply. Email yang gw terima itu berisikan no tes gw yaitu 291. Sekitar beberapa menit kemudian datang email berikutnya yang memberitahu tempat pelaksanaanya. Tempatnya di GITC Duri Kosambi alias bukan di Head Office-nya di bandara Soetta. Tesnya jam 8 pagi namun diwajibkan datang 30 menit sebelumnya untuk registrasi ulang. Sore harinya gw di sms yg memberitahu informasi rekrutmen tes garuda yang ada di email. Hoo.. buat mengingatkan kembali kali ya khususny buat mereka yang jarang buka email. Untuk tes gw cuma disuruh bawa pulpen item dan jg pensil 2B.

Senin pagi tepatnya jam 1 pagi gw ga bs tdr, takut2 gw kesiangan pake travel. Tapi ga tau kenapa bener2 gw ga bs tdr pas itu. Pikiran yg muncul tu yaitu ‘gw ga akan bisa sampai tepat waktu disana’ yang membuat gw ga bs tertidur sampai tiba2 gw inget satu hal. Dulu gw pernah balik k jkt naik travel pagi jam 4 subuh ke sudirman, dan gw sampai di sudirman tu jam 8 pagi. Gw bengong dan akhirnya gw memutuskan satu hal yang ga gw pikirkan sebelumnya: Gw bawa mobil. Dan krn gw belum ngantuk gw berangkat sekarang juga. Gw berangkat pukul 2 pagi alias ga mungkin kn gw mandi jam segitu mengingat gw berangkat dari rumah ortu gw di gunung *hehehe rekrutmen pertama nih gw ga mandi, cuma gosok gigi dan cuci muka* dan gw berhenti di restarea 43 arah ke jakarta pada jam 3 pagi. Kok berhenti? tidur donk.. walaupun gw ga ngantuk cuma gw harus tabung tenaga. dan tepat jam 4 gw bangun kembali, tdny gw mau subuh disini dulu. Cuma feeling gw ga enak euy.. sekarang senin pagi dan gw belum melewati dua gerbang tol paling padat nanti: Cikarang Utama dan Halim. Akhirnya gw lanjutkan perjalanan, dan bener aja tiba2 gw liat antrian ga terlalu panjang di gerbang tol Cikarang utama, dan parahnya lagi jelas2 ni hari senin, masa cuma 3 gate yang dibuka. Setengah jam gw disitu gw kembali lanjut masuk jkt dan antrian di GT Halim. Pelajaran yang gw ambil disini, klo masih subuh mending keluar tol aja, masuk jalan arteri karena tu jalan masih ga macet. klo emg mau masuk balik masuklah dijalan tol berikutnya jangan pas di halim biar ga antri lama. Kecuali punya kartu mandiri buat bayar toll itu. 2 gate khusus Mandiri.. OMG.. bener2 strategi bisnis yang bagus. Setelah itu gw keluar di slipi lurus terus ke grogol belok ke daan mogot dan gw belok ke rawa buaya terus aja lewat dibawah flyover JORR meruya dan nyampe deh di Duri Kosambi. Sambil melihat ke kiri gw mencari2 dimanakah si Garuda parkir.. dan Alhamdulillah gw nyampe juga di GITC Duri Kosambi jam 5.30 am.

GITC Duri Kosambi

Gw belok masuk dan parkir. Lalu gw keluar sebentar untuk ambil gambar (ehm.. dokumentasi) pas gw lagi keluar, gw liat bis TNI-AU yang isinya pramugari yang mukanya udah muka tidur. Gkgkgk.. gw jamin mereka tu baru landing dan mau istirahat. Btw pertama kali nih gw liat muka asli pramugari klo cape. Selang beberapa menit kemudian gw pun mencari toilet. Gw dipersilahkan ke gedung A yang ada toiletnya dan gw pun melakukan “ritual panggilan alam”. Setelah lega, gw balik ke mobil dan gw liat didepan gw ada parkir mobil plat D juga, Woww.. sama dnk, tapi orangny ga ada. Pas gw mau masuk mobil terlihatlah para pramugari dengan stelan rok item dan juga kemeja putih masuk ke GITC. Woow.. cuci mata pagi2. kayany mereka ini pramugari yang masih trainee deh. Ehh bener aja selang 5 menit kemudian lewatlah para pramugari lengkap menggunakan seragam pramugari Garuda Indonesia. Dan darisini keluarlah pernyataan Official bruang : “Bertahun2 gw nyari cewe tinggi diatas 165 dan ternyata gw baru tau pada numpuk semua disini.. OMG !!!!”. Setelah itu gw masuk ke mobil dan membuka kaca mobil dan gw tertidur sebentar hingga 7.30. Gw bangun dan masuk ke aulanya yang gede itu. Disitu gw disuruh mengisi daftar hadir (ttd) plus diminta menghafalkan nomer tesnya. Setelah itu gw langsung masuk dan duduk dipinggir ruangan. Oia saran gw yang mau tes disini datang On-time, lebih baik kepagian kaya gw ketimbang kaya ada orang yang telad sekitar 2 menit setelah jam 8 tapi ga diperbolehkan mengikuti tes Garuda (nah loh!! mending klo asli jkt, klo dr bandung ky gw apa ga sakit hati), jd mending datang pagi and FYI, bukan gw aja kok yang datang lebih pagi, ada yang kepagian (ada satu orang dy datang jam 5 pagi). Btw dari Human Capital Management ada yang namanya ega, sepanjang dia menjelaskan ga ada ucapannya yang masuk ke otak gw. Gw cuma ngeliat dia aja, adem liat senyumnya. Si icha kn di Human Capital Management GIA juga, ntar gw tanya ah PIN nya :-p

MAIN STORY

Setelah acara perekrutan dibuka dengan memperkenalkan diri para penguji dan menjelaskan tahapan tes perekrutannya yg lebih kurang seperti ini:

  1. Seleksi kandidat yang qualified dr website career garuda.
  2. Psikotest dan bahasa inggris
  3. Interview User
  4. Interview Kons
  5. Medical checkup
  6. ASKAM
  7. Interview dengan direksi

Dan list ini sama persis dengan yang dijelaskan oleh ibu chika. Tes yang dominan multiple choice itu pun (kecuali gambar dan tes angka mirip lembar pauli) berjalan. Yang pertama gw tes mengenai bilangan, yaa biasalah 1/16 : 1/4 berapa? 0,22 – … = 0,05, dll. Setelah itu ada tes mengenai logika yg menggunakan beberapa premis (asumsi) dan kita disediakan jawaban yang berupa conclusion (kesimpulan), klo benar lingkari B, kalo salah lingkari S, klo tidak ada data yang mendukung/tidak dapat disimpulkan lingkari X. Contoh? gini nihh:
– Sekolah lebih besar dari Gereja
– Gereja lebih kecil daripada Stasiun
– Stasiun lebih besar daripada kantor pos
– Kantor pos lebih kecil daripada Sekolah
pertanyaan
B S X Sekolah sama besarnya dengan Kantor pos
B S X Gereja lebih besar dengan kantor pos
B S X Sekolah sama besarnya dengan Stasiun
B S X Gereja lebih kecil daripada kantor pos
B S X Stasiun adalah yang paling besar

Gkgkgk peras tuh otak karena ada 8 pertanyaan kaya yg diatas itu. Terus ada tes bangun pattern, jd dikasih beberapa bentuk yang bentuknya acak adut, cuma klo disusun sedemikian rupa bakal jadi seperti apa. ada 5 opsi jawaban, alhamdulillah gw ga nemu hambatan berarti disini (ehmm.. otak gw kn integrated dengan nVidia Chip ga nemu masalah nih rendering 3D). Terus ada tes tentang mencari perlawan atau persamaan dari 4 kata yang diberikan. kaya contohnya :

Madu Sendok Gula Sapu -> jwbnya Madu dan Gula krn sama2 manis (ky gua gituuu dehh)

Setelah itu kita masuk ke tes bahasa inggris. For a person like me who have talk english language to people from different countries including british and US itself, of course its not big deal. Paling cuma di structure aja gw ancur.. wkwkwkwk. Nurut gw tesnya cuma structure and reading aja. Oia.. tuk tes reading yang terakhir, beruntunglah mereka2 yang rajin nonton dvd atau tvseries terutama yang nonton tanpa baca subtitle indonesia. Krn paragraf terakhir tu street english banget. ada beberapa ekspresi kalimat yang gw jamin ga ada di Oxford pocket dictionary yg ada di tas gw. Setelah itu kita masuk ke tes berikutnya yaitu tes personality yang menjelaskan mengenai kepribadian kita. Setelah itu masuk ke tes menggambar menggunakan pensil kayu (fyi, pensil mekanik dilarang keras digunakan disini) dan disuruh gambar orang dan pu’un (pohon) kayu berkambium. Setelah menggambar masuk deh ke tes angka si Kremlin (sebutan gw aja krn lebih enak nyebutnya sebagai nama penyanyi dibanding nama tes aslinya). Setelah itu DONE, tes pun selesai, dan gw liat jam menunjukan pukul 12.15pm.

Pengumuman akan diberitahukan tanggal 5 tepat setelah lebaran. Pengumuman akan diberitahukan by email dan akan diingatkan kembali dengan sms. Bagi mereka yang lolos akan dihadapi dengan interview tapi jika tidak lolos dinyatakan gagal. Oia ada sekitar 300 orang yang tes hari itu, dan cuma 6 orang yang bakal diterima. Tapi klo ada permintaan dari unit lain maka quota penerimaan pegawai akan ditambah. “Data akan di keep jika ada avail position maka nanti akan ditelp, tp ga janji juga yaa, hehehe” sahut si ega . So banyak2 doa aja deh😉

Additional Information
Kalo ada yang membutuhkan jalur menuju Garuda Indonesia Training Center tu ada brp2 versi:

Dari Bandung dengan menggunakan travel: Menurut gw travel yang paling pas yang menuju arah grogol. Minta turun aja didepan mall Ciputra. Nahh jalan dikit dideket situ ada perempatan (itu jalan daan mogot). Atau ga naik travel yang ke tomang tapi minta turun sebelum perempatan tomang. Terus naik bis deh ke perempatan daan mogot itu.

Menggunakan transportasi umum: Dari perempatan yg dekat mall Ciputra itu (jl Daan Mogot) naik kendaraan arah ke perempatan cengkareng dengan terlebih dahulu tanya : “Bang lewat perempatan cengkareng ga?”, klo emang lewat langsung naik, klo ga lewat ya jangan naik donk. Turun pas diperempatan cengkareng (Sebelum lampu merah, sebelum flyover tol). atau klo mau naik busway ambil koridor 6, ni koridor nyinggung harmoni kok jd kl yg transit dr jalur nyinggung harmoni bs pake ini. Turun di shelter rawa buaya . Terus jalan dikit deh ke perempatan cengkarang (ada 300 meter dr situ ke perempatan. Terus nunggu angkot warna putih. yang menuju arah kiri. Naik itu dan ngomong ke si tu sopir angkot : “Bang lewat Garuda Training Center?!” si abangny pasti tau kok. Angkotnya ga ada nomer, penampakan angkotnya spt gambar dibawah ini:

Angkot Putih

Menggunakan kendaraan umum dari bandung (asli jkt jg bs): Klo datang dari arah Cikampek, masuk tol dalam kota (Halim) atau dari tol manapun, keluar tol di slipi 2 (ga ada tulisan keluar ‘slipi 2’, cuma pas nemu tulisan keluar slipi yang pertama jangan dulu keluar, nunggu tulisan keluar slipi yang kedua) ntar pas keluar ada si slipi jaya mall disebelah kiri (inget tes BCA nih). Pas nemu lampu merah terus aja atau naik flyover yang ada tulisan Grogol, Setelah itu nanti ketemu Mal Taman Anggrek sebelah kiri, jalan terus aja ntar nemu mall Ciputra. Setelah itu belok ke kiri dan masuk ke jalan Daan Mogot. Dari situ lurus ajaa.. nah klo gw lewat jalan sebelum perempatan cengkareng itu (tepat sebelum shelter busway jembatan baru ada jalan belok kiri lewati jembatan kecil). cuma jalanny sempit, mending lewat perempatan cengkareng. Luas lapang enak lagi. Nah setelahnya langsung ambil jalur paling kanan krn dekat situ ada jalan belok ke kanan (lewat dibawah flyover tol) terus lurus aja ngikutin jalannya dan itulah Duri kosambi. GITC itu ada sekitar +/- 3 km dari flyover tol tersebut.

Rute diatas ga mutlak, cuma masukan aja biar ada gambaran kasar bagaimana menuju GITC Duri Kosambi. Klo ada yg tau info rute yang lebih baik (fastest track <- uwiihh ky slogan primagama nih) bisa di share disini. Penampakan GITC di Wikimapia silakan klik ini (thx buat siapapun yg telah ngeplot ni landmark).

Additional Story
HEhehe setelah gw tes sebenernya gw ga langsung balik, tapi gw sempatin dulu buat muter2 tu komplek GITC. Dan kebetulan pas waktu Dzuhur, waktunya menunaikan keharusan nih. Gw sholat disitu bersama para bapak2 pegawai Garuda. Setelah sholat ternyata ada kultum (kuliah tujuh menit) dan gw pun mendengarkan. Gw ga tau yaa tapi nyaman banget terutama karpet merahnya itu. Pas sujud berasa tenang banget (emg bener kata guru ngaji gw dulu, cara biar sholat kusyu – serius/tentram/mendalami tergantung dengan alas sholatnya. gkgkgkgk). Setelah sholat gw keluar dan melihat beberapa pramugari yang ikutan sholat di masjid tersebut. Bhee.. sayang ga bs ijab kabul di ni masjid. He9. Lalu gw sempatkan untuk keluar discovering komplek Duri Kosambi ini. Salah satunya yang menarik dari Jejak Bruang gw disini adalah adanya pesawat asli Lockheed C-140 Jetstar. Setelah gw baca, gw baru ngeh klo ni pesawat bersejarah banget pas masa-nya. Yaa walaupun klo gw ada dijaman itu pasti gw milih pesawat keluaran McDouglass atau ga kaya Bomberman dsb. Balik ke si Lockheed ini, berikut gambar dan penjelasannya :

Lockheed C-140 Jetstar

THE ROLE of HISTORICAL AIR FORCE ONE Lockheed C-140 “SAPTAMARGA” for The REPUBLIC of INDONESIA

This Lockheed C-140 Jetstar is one of the first presidential jet planes for Indonesia. The aircraft was bought by the first President of Indnesia, Ir. Sukarno while visiting Lockheed factory on an official trip to United States of America. At that time, Indonesia bought 11 transport planes C-130B Hercules and 2 units of C-140 Jetstar. The two jets are named PANCASILA and SAPTAMARGA were operated by squadron 17 AURI (The Air Force of Republic of Indonesia, now called TNI AU) from 1958 to 1968 as Presidential Plane. The second President of Republic of Indonesia Soeharto, had also once Presidential plane names DOLOK MARTIMBANG (Twin propeller, Ilysuion II-14 made in The Union of Soviet Socialliest Republic). PANCASILA is now immortalized at Museum Dirgantara in Yogyakarta while SAPTAMARGA becomes a memorable monument at GARUDA INDONESIA TRAINING CENTER Duri Kosambi West Jakarta.

Setelah gw baca itu, gw cuma terdiam kagum, salah satu pesawat yang pernah dipakai oleh presiden pertama ada didepan gw. Btw setelah gw liat disini gw jd penasaran tentang pesawat kepresidenan, dan gw googling deh n nemu ceritanya resmi dari website angsapura. Disitu dijelaskan salah satu pesawat kepresidenan adalah DC-10 dan juga MD-11 (nice.. dulu dua ni pesawat yang sering gw beli pas jaman awal2 gw masih mimpin Game Airline Manager, dan berawal dari dua pesawat inilah serta longrun manajerial airline termasuk gw sempat beli Illysion dulu, akhirnya gw mampu membeli Boeing 747 dan akhirnya konversi semua Boeing alias semua fleet gw ke pesawat A-380). Untuk cerita lebih detil tentang pesawat kepresidenan RI silahkan digugling sendiri. Sesi Discovering mengenai GITC sisanya dalam bentuk foto aja ya, krn biar bagaimanpun juga mengutip slogan kategori Jejak Kobe gw: “One picture tells million words”, jadi berikut hasil jepretan gw ttg GITC ini :

This slideshow requires JavaScript.

Setelah itu gw hit the road lagi langsung balik ke bandung, btw pas sahur td gw kn minum redbull tuh.. dan efek melekny ilang jam 1 siang, pas gw lg macet2nya di tol dalam kota. Yang paling parah pas dh lewatin cawang menuju cikampek, percaya ga gw sekilas tertidur sekitar 5 detik dengan laju mobil 100km/jam. bener2 bahaya dehh (masih merinding klo gw inget2 lg) dan gw putar musik hardcore dari flashdisk gw sambil joget2 dan nampar muka gw sendiri berkali2 sampai gw nyampe di restarea 19 tuk tidur (Don’t try this on vehicle espesially when you’re driving).  Btw nyimpang dikit nihh.. nurut gw sebenernya kurang pas penamaan maskapai penerbangan dengan Garuda Indonesia. karena biar bagaimanapun juga Garuda Indonesia identik dengan burung Garuda, yang kemudian lebih kita kenal dengan Garuda Pancasila (si burung Garuda yang selalu nempel didepan ruang dari kita masih TK itu). Garuda Pancasila memiliki nilai2 luhur didalamnya. lambang yg ada di dada garuda yaitu Banteng, pohon beringin, rantai, padi dan bintang itu bukan sekedar lambang partai melainkan memiliki arti yang lebih dalam, dan sesuai dengan lagu Garuda Pancasila yang sering kita nyanyikan pas upacara bendera dulu itu jg mengingatkan bahwa itu adalah lambang patriot proklamasi. Disitulah salah satu beban Garuda Indonesia membawa nama baik bangsa Ini, krn maskapai ini membawa 2 nama besar : Garuda dan Indonesia. Sungguh beban dan tanggung jawab yang berat memikul nama penting negara ini. Gw lebih prefer Indonesia Airline atau ga kaya Bhineka Airline. Tapi ini kan bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. Hanya opini. Lagian apa kata para sesepuh pendiri Garuda Indonesia klo gw kritik nama maskapai kebanggan mereka. Hehehe. lagian ICAO (International Civil Aviation Organization – Ehmm para pemain Airline Manager tau bgt ini) Garuda Indonesia telah dikenal dengan kode GIA. Sedangkan IATA (International Air Transport Association) menamakan Garuda Indonesia dengan kode GA. Penamaan tersebut menurut gw dari awal sudah diniatkan bahwa maskapai ini diperuntukan salah satunya untuk memikul dan membawa nama bangsa ke seluruh dunia. Jadi semangat yaa para karyawan karyawati Garuda Indonesia, Keep these birds fly dan GETARKAN LANGIT DUNIA !!!!!

22 August 2011 - Posted by | Jejak Karir

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s