Jejak Bruang

Ikuti kemana ku melangkah

Lintasarta

Pas kemarin hari selasa, gw ditelp ama mba bernama Widya. Dia minta besok (rabu) gw datang untuk interview user. Tempatnya? Menara Thamrin. Tadinya dy minta gw datang jam 9 pagi. Cuma gw minta schedule ulang untuk siangnya. alesannya? Ngantor dulu setengah hari. Baru ilang😆 . Terus gw bingung naik travel apa ke jkt, tiba2 gw keingat berita travel yang kecelakaan di tol cipularang dan cikampek. Feeling ga enak nih.. Klo feeling gw ga enak pasti ntar kenapa2. Makanya gw langsung memantapkan hati gw mau naik mobil k jkt (pertama kali ini dalam sejarah gw idup : cuma untuk interview gw bawa mobil). Yang menarik sh hari kamis ada semacam kaya kick-off gt d kantor gatsu jkt. Dan kebetulan gw ikutan. Jd bakal dua hari deh gw d jkt.

Besoknya, sekitar jam 11an gw berangkat ke Jkt. Gw nyampe di semanggi tu jam 1.30 siang dan macet panjang, gw masih punya waktu setengah jam sebelum interview jam 2 ntar. Dan gw muter diputeran andalan dan klasik (jembatan semanggi) lalu melewati sudirman dimana gw sapa satu2 shelter busway andalan gw dulu: benhill, karet, setiabudi (hormat gw disini). hahahha klasik banget sh. Dah lama ga ke Jkt lagi. Lalu gw lurus terus sampai di Thamrin dan masuk ke menara Thamrin. Gw parkir dilantai 5 dan pake lift turun di basement. Dari situ udah nyambung dengan menara Thamrin. Setelah menukarkan ktp dengan id tamu, gw naik ke lantai 12. Pas masuk kedalam lift-nya jadul abis, tapi keren.. Kaya lift yang ada di New York gt (yiuu emang gw pernah US). Lalu gw nyampe di atas dan nemu deh Lintasarta. Gw masuk dan nyamber ke frontdesk dan gw disuruh isi formulir tentang permohonan karyawan baru. Saat gw melengkapi data, ada bapak2 yang nyamber gw ketemu. Namanya pak Rahmat. Di email gw kemaren jg dikirim dari beliau. Saat berjabat tangan dan ngobrol bentar pak Rahmat itu baik banget. Lalu gw kembali mengisi formulir tersebut. Setelah itu gw dipersilahkan masuk kedalam ruangan. Awalny gw pikir gw bakal interview dengan pak Rahmat ini. Ehh ternyata gw malah bakal diwawancara oleh bapak satu lagi.

“Halo selamat datang di Lintasarta”, sahut si bapak tersebut. Dan mulailah gw dipersilahkan memperkenalkan diri gw. Ya udh deh gw mulai dengan cerita tempat tanggal lahir, latar belakang pendidikan gw termasuk pas gw magang dan skripsi, sampai ke hal hobi gw apa aja. Setelah perkenalan gw itu lanjutlah ke tahap berikutnya yaitu tentang posisi yang sedang dibuka saat ini. Gw apply sebagai developer, yang artinya posisi apapun yg bakal gw tempati (developer web, desktop, server) gw harus terima. Lalu mulailah gw pernah bikin apa aja selama setelah lulus hingga saat ini (demn,.. mengutip interview di djarum, klo gw suka coding harusnya gw setiap saat ada karyanya), disitu gw menjawab beberapa project develop yg gw bikin. Lalu keluar lagi pertanyaan kedua, yaitu “Anda tau yang apply posisi ini jumlah pengalaman development-nya paling sedikit empat kali dari jumlah develop yang anda miliki, bagaimana tanggapan anda tentang hal tersebut?” disitu keluar dehh alasan langganan gw (keseringan interview sih gw)attitude pak, attitude.. bapak mungkin bisa mendapatkan developer terbaik di negeri ini namun kredibilitasnya dapat bapak pertanyakan, awalnya semua project development berjalan dengan baik sampai satu titik tertentu dimana manusia adalah manusia, developer terbaik yg bapak miliki tersebut menginginkan lebih tantangan lebih sehingga dia pasti akan pindah ke industri lainnya dan saat itulah apa yang sedang dia kerjakan harus bapak delegasikan ke orang lain yang mungkin kualitasnya tidak setara dia sehingga ada delay dalam timeframe project bapak, dan pada akhirnya bapak harus membangun ulang apa yang telah ditinggalkan oleh developer tersebut dari awal dan itulah yang kita kenal dengan cost”. Lalu bapak tersebut bilang “Hmm.. menarik kalimat anda tentang manusia adalah manusia, bukankah ini artinya suatu hari anda juga akan pindah dari tempat ini klo saya hire anda”, dan kembali si bruang keceplosan hal yg bisa menyerang dirinya kembali. Gw pun menjawab “Saya berbeda pak, saya loyal dengan tempat saya bekerja saya mensyukuri apa yang menjadi tugas saya”. Si bapak kembali bertanya “Jelaskan kata berbeda yang anda sebutkan barusan, apa yang membedakan anda dengan calon developer lainnya?” Hajuuhh… masih belum bisa terima nih si bapak dengan jawaban umum gw, baiklahh… “yang membedakan saya dengan developer lainnya adalah kata yang telah saya sebutkan sebelumnya yaitu “bersyukur” dan “Attitude”, pengertian developer yang lebih baik disini tentunya adalah orang yang jauh lebih pintar dari saya, orang yang jauh lebih pintar tentu dapat menghandle semua hal dengan baik. Dan saat semua hal terkendali dengan baik, tidak adanya tantangan dan menganggap semua hal sekitar dia adalah sesuatu yang sepele. Saya mengalami hal dalam keterbatasan dan kekurangan suatu tim, saya tau arti perjuangan dalam mencapai sesuatu dan saya peranan saya sebagaoi apa. Hal tersebut yang akan selalu saya junjung jika saya bergabung ditempat yang bapak pimpin ini, loyalitas”, dan barulah si bapak tersebut seperti bisa menerima statement gw barusan.

“Anda tau tentang Lintasarta? bisa anda ceritakan tentang tempat yang mungkin akan menjadi kantor anda nantinya?” uwiihh gw dah pede aja nihh bakal langsung diterima, yaa gw mulai cerita deh tentang hal yg gw gugling pas tadi nunggu (always remember to search/find out the workplace you’re aiming for – sepele sih cuma ngaruh loh buat penilaian). Yaa gw cerita dari awal klo Lintasarta itu anak perusahaan Indosat sampai hal – hal kecil seperti parabola lintasarta rata – rata nempel disetiap mesin ATM. Setelah company knowledge gw pun ditanya tentang perusahaan cita – cita gw nantinya. Disitu dengan nada mantab gw bilang “Perusahaan cita – cita saya adalah perusahaan yang saya lahirkan dari tangan saya sendiri, dan saat perusahaan saya tersebut berdiri saya sangat berharap bahwa Lintasarta merupakan bagian dari sejarah berdirinya perusahaan saya tersebut” Jiaaahhh gombal siang bolong😆 , disitu gw ditanya kembali perusahaan cita – cita gw apa? Dan kembali gw tegaskan bahwa gw pengen punya perusahan sendiri yang bergerak dalam Jasa Layanan IT. Setelah itu gw ditanya jika diterima disini berapa lama waktu tenggang hingga hari pertama bekerja. Disitu gw bilang aja butuh one month notice, dan sepertinya bapak ini setuju. Setelah itu gw ditanya lagi pertanyaan paling sensitif, range gaji. Yaa gw bilang aja standar disini berapa. Ada sih proses nego gaji disitu (wehh makin percaya diri gw klo gw diterima).

Pertanyaan berikutnya seputar pribadi aja. Hobi dan minat gw aja yang lebih banyak dipertanyakan. “Klo anda sedang jenuh,apa yang anda lakukan?” tanya si bapak tersebut. “Nongkrong di Café buka laptop pak” jawab gw. “Lhoo… setelah anda pusing karena laptop, kenapa anda masih tetap dilaptop?” tanya bapak tersebut kembali. “Yaa yang saya lakukan bukan coding atau belajar atau lainnya pak. Tapi saya biasanya liat berita saja di internet, nge game, denger musik sampai terakhir saya rancang bangunan aja pak. “Lho kok rancang bangunan? background arsitek emang?” tanya kembali. “Iya sh pak, saya arsitek Hobi saja pak, saya suka bikin model bangunan berdasarkan ide kreatif saya saja”. “Tools nya apa? AutoCAD?” tanya si bapak kembali. Yiuu kaya kuat aja laptop jadul gw itu jalanin autoCAD. “Bukan pak, saya pakai SketchUp. Kan cuma sketsa aja. Yaa tools-nya yang simple dan mudah dimengerti aja sh pak” jawab gw. “Bisa donk saya didesainkan model rumah yang lebih banyak cahaya” sahut si bapak kembali. Dengan nada tertawa gw jawab “Boleh pak, bisa kita diskusikan lebih lanjut saat saya sudah diterima bekerja disini.” Hahaha si bruang Moduuuss.

“Ya itu aja dari saya” sahut si bapak dan mempersilahkan gw jika ada pertanyaan. Yaa gw cuma nanya hal standar sih seperti struktur organisasinya, client dari Lintasarta, partner dari Lintasarta, best product or service mereka dan hal2 ringan lainnya. Termasuk gw juga nanya tentang teman gw yg udah interview di Lintasarta dua minggu lalu si Satya, apakah dia sudah bergabung atau belum. Dan ternyata belum, jiaahh berarti dia ama gw di batch proses perekrutan yang sama. Demn.. tu anak kan secara ilmu better dari gw. Curiga gw ditolak nih.

Akhirnya tidak ada lagi hal yang mau gw tanyakan sehingga interview 1,5 jam tersebut (Wew, lama juga). Ditutup dengan Jabat tangan. Pak Rahmat memberitahu, jika lolos untuk tahap selanjutnya akan di email kemudian. Setelah mengucapkan terimakasih, gw meninggalkan ruangan tempat interview tersebut.

Diparkiran, gw kaget ngeliat jam menunjukan pukul 04.00, wadawww… gaswaaat.. kenapa? 3-in-1 cuuyyy.. plat mobil gw D lagi, sasaran empuk. Akhirnya gw langsung keluar parkiran dan meninggalkan Menara Thamrin. Sepanjang jalan, gw semangat sekali klo bisa kerja disini. Kembali bekerja di Ibukota Indonesia. Dan yang bikin gw senang tak lain dan tak bukan adalah lokasi Lintasarta itu sendiri (Menara Thamrin). Karena tu lokasi sesuai dengan slogan gw klo mau bekerja di Ibukota : “Jangan ngaku kerja di Jakarta kalo kantornya bukan di daerah 3-in-1”:mrgreen: .

15 June 2011 - Posted by | Jejak Karir

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s