Jejak Bruang

Ikuti kemana ku melangkah

Tahun Baru 2010

“Jadi malam ini kita kemana bro?”
tanya sodara gw dr Jkt. Setelah rapat sana sini, kita pun sepakat : Tahun baru dirumah saja alias ga kemana2.

Pergantian tahun sebenernya bukanlah hal yang wajib dirayakan oleh keluarga gw, namun karena sodara2 gw yang rajin banget have fun menuntut keluarga gw tuk ngadain acara tahun baru. Apa yang mau kita lakukan? yaa paling BBQan aja seputar jagung, ubi, bawang, terong (lho lho.. ini bukan BBQ-an namanya). Ada sh daging yang kita bakar, daging sapi dan daging ayam. Tapi karena nyokap gw kmrn bawa oleh2 kulit kebab asli dr arab, jd didapur ada tumpukan kebab yang sangat menumpuk (terbukti satu rumah kentutnya bau kebab😆 ). Nahh makany rada pantang aja makan daging malam ini (rada mual).

Adzan maghrib dah berkumandang. Setelah sholat sendiri2 (sesuai dengan candaan sodara gw : “akhir tahun cuy.. kapan lagi sholat maghrib sendiri2 di tahun 2009” dan ternyata menjadi kenyataan) kita pun mempersiapkan persiapan menyambut tahun baru. Alih alih menghidupkan arang, kita malah idupin rokok kretek di balkon rumah gw di Awiligar sambil menyeruput kopi panas. Hari ini ada satu sodara gw yang datang jauh dari luwuk – Sulawesi : kak Obi, “duta besar luwuk datang ke acara kumpul2” candaan kita ke kak Obi. Dan apa yang kita obrolkan dibalkon itu? ilmunya kak Obi pas dulu kuliah (tips n trik) dalam memacari cewek lebih dari satu (tepatnya 4 orang cewek dalam sekali waktu). Hahaha.. obrolan ga penting sh, tp lumayanlah bikin ketawa mati2an. Lalu nyokap gw menyuruh gw tuk memasang arang, dan kita semua pun mengambil posisi. Pas gw turun kebawah, ternyata gw baru inget, tempat BBQ-an (yg oval gede itu) ada di Antapani, yahh ga ada tempat untuk membakar donk. Sebelum ide membuat semacam tungku darurat menggunakan batu bata yg telah pecah dan beberapa kayu sebagai pengganjalnya. Gw nemu panggangan sate yg kecil (yg biasa sering dijual klo mendekati idul adha). Selamaat.. gpp lah ketimbang ga ada.

Uji coba arang

Jagung pun dibakar diawal, disusul yg td gw bilang diatas, ubi, bawang, terong. Lalu daging pun telah siap dibakar (oia krn tempat membakarnya tempat bakar sate jd dagingny kita ubah menjadi sate juga). Ada kyny kita bakar2an sampai waktu menunjukan pukul 11.30. Dalam perut kenyang, kenapa jadi mengantuuk. Gw mencoba melawan kantuk gw dengan meneguk kopi panas (yg gw lupa udah berapa cangkir kopi yg masuk ke badan gw). Oia, karena bokap, om, dan tante gw lg di Balkon, secara otomatis ni balkon terbuka yg penuh angin menjadi daerah tempat dilarang untuk merokok. Hadoohh.. mata.. tolong tetaplah melek, ga lucu aja gw bangunnya tahun depan.

Jagung yuuk jagung..

“5… 4.. 3.. 2.. 1.., Selamat Tahun Baru !!!!!!” sorak sorai balkon rumah gw meluapkan kegembiraan dan kesenangan dalam menyambut tahun baru. Tiupan terompet yang dipegang oleh sodara2 gw bagai terompet yang menyambut kepulangan tentara pahlawan perang di pasifik. Tawa lebar menghiasi muka kita semua, dan kita mengangkat gelas beisi beer teh manis anget dan sambil mengucap “Cheerss..”. Namun.. kenapa langit masih biasa saja, dan kenapa tetangga gw ga heboh. Lalu tiba2 sodara gw yg nyahut itung mundur td dengan senyum polosnya dy ngebilang “Oiaa.. jam gw kn kecepatan, maklum biar ga kesiangan bangunnya”. “Walaahhhhh.. si dodol”, pantesan aja langitny sepi dan suasana terompetny cuma kita doank yang sahut menyahut. Ternyata emang belum aja waktunya. Setelah menunggu beberapa menit, barulah “Suara Pergantian Tahun” itu Terdengaar jelas… sangaat jelas..

“preeeet…. preeeet… kampreeeet…” teriak salah seorang sodara gw yang terompetnya ga mau bunyi. Alesan dy sih : “gw kn ga mau melewati momen ini, y udh gw tiruin aja suara terompet”, disitu gw berpikir dy malah ky tukang jualan. Lalu dy melanjutkan terikan “kampretnya” itu. Gw pun merekam aksi yg ada dibalkon. Oia kenapa kita merayakan dibalkon? pemandangannya pas untuk melihat langit kota Bandung, dan semenjak keluarga besar gw ngambil paket hemat tahun baru alias kita nonton gratis kembang api orang lain dari balkon. Langit penuh dengan warna warni kembang api. Gw dan sodara2 gw sibuk menyeleksi kembang api yang dihidupkan dilangit. Bagai juri Indonesia Odol, kita saling berpendapat. Yup kembang api yg menyala dilangit itu bermacam2, apa yang menjadi patokan nilai adalah harga kembang apinya, semakin mahal maka semakin bagus. Contohnya saja kembang api yang diluncurkan dari komplek perumahan Dago Pakar, yang memiliki bunyi peluncuran :
“Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssshhhhhhhhhh………..” *DJUUUUEGEEEEEEEEEERRRRRRR* (bunyi peluncuran dan bunyi meledak diudara) dari bunyinya ni kembang api sekitar harga 200rb-an/itemny dan benar saja langit pun terang dengan ‘kembang’-nya. Bagai tidak mau kalah, tetangga didaerah gw jg ikut memasang kembang api yang bunyinya :
“viiiiiiii….” *Pletak*,
“viiiiiiii….” *Pletak*,
“viiiiiiii….” *Pletak*,
“viiiiiiii….” *Pletak*.
Djiahh.. kembang api seharga nasi goreng ngelawan kembang api seharga DVDROM, beda jauhh lahh.. tp cukuplah buat kita ngakak abis2an.

Malam ini langit bandung penuh dengan kembang api, sempat kepikiran apa kita bisnis kembang api aj yak. Orang2 bersuka cita malam ini, meniup terompet dan menyambut semangat baru. Semua mengeyampingkan kesusahan, derita, dan beban. Malam ini semua orang gw yakin sangat menikmati bahagianya tahun baru, di tv2 pun tidak ada berita mengenai aksi protes organisasi peduli lingkungan (katakanlah seperti Greenpeace) mengenai asap dari kembang api itu dapat membahayakan lingkungan kita. Hal ini jelas pasti semua orang sedang bersuka cita.

Habis ketawa-ketiwi, foto, dsb, bokap, nyokap, om, tante yang udah berumur turun untuk istirahat. Sedangkan kita masih ngobrol2 dan ketawa ketiwi. Obrolan pagi itu kebetulan sodara gw si Dani bercerita mengenai dua kelompok yg berpengaruh terhadap sejarah perkembangan Islam, satu kelompok menyatakan “Takdir tidak dapat diubah”, kelompok lain menyatakan “Takdir dapat diubah asal manusia berusaha”. Obrolan kita terhenti saat waktu menujukan sekitar pukul 1 pagi. Ada yang ngaji di Masjid. Barulah kita ingat, pagi ini ada gerhana bulan. Dan kita pun terdiam. Lalu gw nyeletuk gini : “Eh nyadar ga? Idul Fitri kmrn itu hari jumat, Idul Adha-nya jg hari jumat, tahun baru Islam hari jumat, bahkan natal aja nih itu jg hari jumat, sekarang tahun baru hari jumat plus ada gerhana bulan lagi, dan inget ga kalo kiamat di Quran diberi tahu pasti jatuh pada hari jumat..”. Lalu kita semua sama2 terdiam disitu. “sholat yuuk,,” sahut salah satu sodara gw dan kita pun mengiyakan dengan langsung mengambil wudhu dan bersiap untuk sholat berjamaah. Saat posisi akan memulai sholat gw celetuk gini : “Sholat pertama di Tahun 2010 nih” dan kita semua pun cekikan lama..

Senyum 2010

Selamat Tahun Baru 2010,
mohon maaf lahir dan batin

*koq rada ga pas y kalimat diatas*

2 January 2010 - Posted by | Jejak Harian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s