Bank Bukopin
Pas jobfair minggu lalu itu salah satunya gw apply ke Bank Bukopin sebagai IT-MT, tu posisi sama kaya MT cuma ditekankan untuk IT nya, didalamny ada beberapa penjurusan seperti Develop (software, update, dll), Infrastruktur (Jaringan atau backbone sistemnya), dan Monitoring. Klo IT yang non MT lebih kearah IT support sih alias helpdesk. Mantaab berarti gw bisa mencari ilmu disini, pikir gw. Setelah gw apply gw dikasih kertas kecil undangan untuk psikotest. Dan gw dapat Coffee Tray gitu.. Ajiibb.. selama ini kn coffee tray gw si logo Chivas itu yang udah ga ada lg gambarnya. Ehh skrg gw dapat penggantinya.
Pagi tadi gw berangkat jam 7.30, semenjak tempat tesnya di Bandung yaitu di Jl. Asia Afrika, gw cabut ga perlu pagi2. Tesny jam 8 pagi. Gw nyampe di gedung Bank Bukopin relatif udah banyak orang disitu. Dan yang bikin gw kaget parkirannya banyak motor. Disitu gw mikirnya motor karyawan. Pas didepan lift, yang cewe2 langsung masuk kedalam lift tapi yang cowok2 disuruh naik tangga aja. Ya udahlah… akhirnya gw naik dari basement level sampai ke lantai 5,, buset.. ngosh2-an. Selama ditangga gw mikir tesny tu ada diruangan, ber-AC, berkarpet, ada meja2 yang tersusun rapih dengan bangku kantoran. Tapi bayangan itu buyar pas gw dilantai 4 mau naik ke lantai 5.. suara riuh menggema dari kejauhan. Yang makin lama makin terdengar jelas dan keras seiring gw menapakan langkah ditiap anak tangga dan saat nyampe. Holalalalalala… kaya di stadion bola.
Ingin rasany gw ngomong ke orang yg naik tangga bareng gw: “Ehh pertandingannya belum dimulai”, tapi dengan mata gw sendiri gw yakin ini bukanlah stadion, melainkan tempat perekrutan. Rame banget.. dan ga ada yang gw kenal. Klo ga ada yang gw kenal inilah waktunya kenalan. Gw ambil bangku yang paling kiriii banget dan gw duduk disebelah orang yg kemudian gw kenal namanya Ramires (tuhh kan nama pemain bola, ni stadion kalii
). Dan sebelah kiri gw namanya Faisal. Lalu gw duduk dan selang berapa lama, ruangan aula itu makin rame dan makiiin rame. Sekitar jam 8.30 acara perekrutan pun dimulai, aula besar tempat yang semua peserta dikumpulkan tersebut lalu menjadi sunyi setelah ucapan “Selamat Datang di proses perekrutan karyawan Bank Bukopin” di-speaker yang gw jamin tu volume-nya maksimal. Saat beberapa kalimat pembuka berikutnya gw mikir, ini gimana tesnya? bangku tempat gw duduk tu bangku kuliah lengkap dengan mejanya. Hampir sama kaya tes Astra gw yg kmrn cuma disini ga ada jarak tapi dempet alias kaya lagi dengerin pidato aja. Selang beberapa menit kemudian pertanyaan gw itu terjawab setelah ada pengumuman berbunyi “Nanti di meja sebelah kiri (tu meja sangat dekat ama gw), anda diharuskan mengambil satu lembar ditiap tumpukan, 3 lembar HVS dan 1 amplop Coklat. Disitu anda silahkan isi semua pertanyaan yang ada dilembar masing2 dan masukan kedalam amplop coklat. Semua pengisian lembar pertanyaan tersebut harus sudah selesai jam 2 siang nanti. Sambil mengisi, satu persatu akan dipanggil ke ruangan bagian kanan saya (masih dalam aula tepat dibelakang meja yg ada soal dan amplop coklat, ada beberapa meja dan bangku yang mirip ama meja dan bangku panitia pemilu klo kita ke TPS) dimana nanti akan dilaksanakan wawancara. Semoga kita selesai sebelum istirahat siang”. Disitu gw bengong aja setelah mendengar pengumumannya, gini tohh proses perekrutan Bank Bukopin. Lalu gw beranjak mengisi daftar hadir, mengambil lembar soal, kertas jawaban dan amplop coklat. Lalu gw duduk kembali dan mulai mengisi. Selang beberapa menit gw liat kebelakang gw, hoalaahh.. panjaaang antriannya. Untung gw ambil tempat duduk bagian sini. Dekat dan cepat.
Gw pun mulai mengisi tes, pribadi tesnya standar kok. Dan tentuny karena banyak orang, gw bisa melakukan dokumentasi. Inget yee gw dokumentasi tuk memberi gambaran aja, bukan maksud lain. Klo ga bs terima alasan gw knp gw mw dokumentasi tolong jangan dibaca posting-an ini
.
Tes di Bank Bukopin dibagi atas beberapa bagian, lembaran tes tersebut terdiri dari:
- Lembar Instruksi Umum: Lembar kendali, yang berisi mengenai informasi tes, cara pengisian dsb.
- Job Application Form: Ni lembar isian standar seperti posisi yang di apply, informasi diri, latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan dsb. Lembar ini yang akan dipake/dibawa ke sesi wawancara nanti.
- Wawancara terstruktur: berisi pertanyaan2 seputar studi kasus. Ada file-ny koq gw uplot, liat diakhir tulisan ya.
- Lembar Jawaban Wawancara Terstuktur: 2 lembar kertas HVS untuk mengisi jawaban dari lembar pertanyaan Wawancara Terstruktur.
- Papi Kostick A dan B: Entahlah ni apa, ga ada definisiny dilembar tersebut hanya kita disuruh isi sesuai dengan bidang pekerjaan yang kita minati. Ada dua kotak yang bertandakan ‘V’ dan ‘L’, dalam satu kotak ada 4 jenis bidang yg diminati. Bidang yg paling diminati tandai dikotak ‘V’ yang kurang diminati tandai dikotak ‘L’ Jadi misalnya ada pilihan bidang astronomi, hukum, politik, dan komputer. gw milih ‘V’ untuk komputer dan ‘L’ untuk astronomi.
- Soal Dekripsi Diri: Ni lebih ke arah kita harus mendefinisikan apa yang kita ketahui tentang diri sendiri. Setiap jawabannya dimulai dengan kata “Saya”. Contohnya, “Saya adalah orang yang tekun dalam bekerja”. Jawabannya harus dalam bentuk sifat, jadi klo ada yang nulis “Saya tinggal di Jakarta”. Tu ga valid.
- 2 HVS kosong: ni pake tuk psikotest, satu disuruh gambar puun (pohon) dan satu lagi disuru gambar orang. Sama persis kok klo ikutan psikotest yang ada sesi menggambar.
- Amplop Coklat: klo udah selesai, silahkan memasukan semua lembar diatas tersebut kedalam amplop coklat ini lalu dikumpulkan.
Pas gw lagi mengisi, kembali bapak2 yang didepan ngomong (yang kemudian gw tau klo beliau adalah Head HRD Bank Bukopin) memberitahukan informasi mengenai MT di Bank Bukopin ini. Ceritanya gini nihh.. Bagi mereka yang ikutan MT itu lebih diuntungkan karena proses pendidikan hanya 9 bulan tuk jadi karyawan tetap. Berbeda jika melalui karyawan kontrak tu butuh waktu 2 tahun baru bisa menjadi karyawan tetap. Jika nanti saat tes terakhir untuk menjadi karyawan kontrak gagal. Maka Bank Bukopin akan memberi pilihan apakah akan keluar atau menjadi karyawan kontrak dahulu. Yang menarik disini ada yang nanya, “Pak berapa gaji yang didapat jika masuk MT Bank Bukopin”. Disitu bapak tersebut bilang “Kan disini mereka yang masuk MT ibaratnya disekolahkan, tentu yang namanya masih pendidikan apakah digaji? engga donk. Kalian akan dapat uang saku. Besarnya ‘sekian’. Jika nanti kalian OJT di Jakarta tu akan dipotong tuk uang makan kalian sehingga uang saku kalian akan sekitar ‘sekian’ “. Heee… pucat lesu gw. Mungkin krn gw tau MT tempat lain kali yaa sehingga gw punya perbandingan seperti BDP BCA dan MDP Mandiri. Dan ternyata bukan cuma gw aja yang ngerasa gt, sebelah2 gw jg. Mungkin sadar auranya berubah, si bapak tersebut ngomong lagi “Namun jika kalian telah menjadi karyawan tetap, Gaji pokok tu ‘sekian’ rupiah, ditambah uang saku ‘sekian’/hari. Sebulan ada 22 hari kerja, sehingga dalam sebulan kalian mendapat gaji sekitar ‘sekian’-jt rupiah”. Lalu ada yang nanya “Klo yang outsource berapa pak?” kembali bapak menjawab “lebih kecil dari mereka yang menjadi karyawan tetap”. Disitu gw langsung niatkan diri “Gw mw apply jd outsource aja ketimbang masuk IT MT Bank Bukopin”. Hehehehe. Kenapa? gini nih alesan gw, pertama gw MT IT alias gw pasti kerjaanny ama sistem. Banking sistemny ada dimana? Pusat atau cabang? pasti di pusat. Yang namany pusat tak lain tak bukan ya di Jakarta. Bayar kosan, makan, living dan juga saving klo gw kenapa2. kedua, outsource lebih rendah gajinya dari yang karyawan tetap (klo misalny si bapak itu bilang gaji outsource lebih rendah dari MT gw mau langsung pulang aja). Ketiga, berbeda dari MT yang wajib ada 9 bulan dan kena penalti klo cabut. Outsource kapan aja cabut, boleh.. Jadi yang ada dikepala gw klo gw apply outsource: Gw tetap bisa ngisi waktu dan cari pengalaman dan memperdalam skill IT gw sambil mencari2 yang lain (manusia kn selalu ingin yang lebih baik *alibi*). Klo misalny gw ikutan MT, udah 9 bulan menjalani, misalnya di akhir gw failed alias ga bisa masuk jadi karyawan tetap berarti kn gw diangkat jd outsource. Mending dari awal aja gw outsource dan ga perlu kurus cungkring 9 bulan. Sisi lain, siapun yg ikutan MT, lalu masuk jadi karyawan tetap masa baktinya 5 tahun… 5 tahun braay… artinya klo gw mau cabs dari Bank Bukopin tu setelah pendidikan 9 bulan + 5 tahun lagi total hampir 6 tahun kemudian. Bahasa gw sih : “Buset.. gw masuk MT jaman super komputer running di 1,9 Teraflops pas gw keluar 6 tahun kemudian, super komputer udah lari diberapa? 200 Teraflops kali yak”. Itulah alasan kenapa gw urungkan niat masuk IT MT melainkan apply sebagai outsource.
Pas gw isi lembar demi lembar, sesi wawancara pun dimulai. Dimulai dari baris A yaitu baris sebelah gw (gw baris B), satu persatu dipanggil dan dipanggil. Gw niat mw apply sebagai outsource, dan gw niat tuk di-interview ama si bapak Head HRD itu (hehehe biar lebih afdol). Ada empat meja interviewer, 3 ibu2 dan 1 si bapak tersebut. Pas gw itung2 gw ga mungkin dapat dengan si bapak, krn 3 orang didepan gw udah duduk dimeja situ sedangkan didepan gw udah kosong alias berikutny ada bangku yang kosong giliran gw berikutnya. Ehh bagai niat gw sebuah doa, tiba2 meja si bapak itu kosong dan gw teriak pelan “Yes”, si Ramires dan Faisal kasih gw selamat (hahaha kaya gw pemenang Indonesia Odol aja). Lalu gw berjalan kesana sambil membawa Job Application Form yang dah gw isi diawal. Gw duduk dan berjabat tangan. “Selamat pagi pak” sapa gw ringan. “Baik (sambil ngeliat form gw) Taufiq ya? biasa dipanggil apa?” tanya si bapak. “Bear pak” sahut gw senyum. “Lho kenapa bisa dipanggil bear?” tanya beliau kembali. Dan mulailah gw bercerita singkat sejarah panggilan gw dulu tercipta di tahun 2001 silam. Setelah itu wawancara pun dimulai, pertama gw diminta menjelaskan diri gw sendiri. Ya udh gw jelasin standar informasi diri gw termasuk pendidikan gw. Lalu gw ditanya posisi pekerjaan dan minat bidang dipekerjaan tersebut. Setelah itu gw ditanya tentang skripsi S1 gw dulu termasuk PKL. Lalu gw ditanya kapan gw lulus kul, dan pengalaman bekerja gw. Setelah itu gw ditanya tentang keluarga gw dan juga olahraga yang gw sukai. Lalu sekitar beberapa menit kemudian setelah beliau menuliskan sesuatu dikertas gw, gw pun dipersilahkan bertanya (kesempatan). Ya udh gw tanya klo gw mw apply outsource saja gimana. Gw ditanya alasan gw kenapa mau outsource. Gw pake alasan supaya gw bisa terjun full disatu bidang tanpa harus menggeluti bidang lainnya (yiuu padahal mah, supaya gw gampang cabut). Lalu beliau menjelaskan “Jika nanti kamu selesai semua tes ini, sebelum kamu masuk MT minta aja jadi outsource” dan kembali gw ditanya “Kamu yakin mau outsource? lama lho jadi karyawan tetap dan tergantung ada slot atau engga!?”. Yaa emg sih ga enakny outsource klo ga butuh ya udh end of contract, ga dapat fasilitas penuh dan juga ga dapat bonus. Cuma untuk kasus ini itulah pilihan terbaik buat gw (seperti yg gw jelaskan diatas). Dan gw menjawab dengan elegan “walaupun status saya outsource tapi kinerja saya dapat diandalkan dan saya jamin saya dapat memberikan kontribusi terbaik sebagai nilai tambah untuk Bank Bukopin”. Lalu beres interview gw kembali ke bangku gw dan gw ditanya2 ama si Ramires dan Faisal tentang pertanyaan cara jd outsource seperti yang udh gw jelaskan ke mereka diawal. Dan juga orang2 lain yang dibaris C dan D yang penasaran seperti apa wawancaranya. Setelah itu gw kerjakan semua lembar isian termasuk memasukan kedalam amplop dan menyerahkan ke meja pengumpulan dokumen. Btw yang jaga ni meja mba2 umur 29an lah.. ni mba yang selalu menjadi perhatian para kaum Adam saat mengisi lembar tes tersebut (buktiny aja si Faisal sebelah gw ada kayany tiap 10 menit ngeliat ke ni mba. “Segerin mata bray” alibi dy). Klo nurut gw sh, jaman ni mba masih sekolah atau kuliah pasti sangatlah lucu dan impian semua pria, buktinya aja skrg masih lucu. Candaan si Ramires ke gw tiap liat ke ni mba2: “Gress juga nih liat tante muda”
. Setelah pengumpulan dokumen gw ambil makan siang yang telah disediakan. Lalu 30 menit kemudian gw turun kebawah bareng si Faisal dan Ramires tuk beli cemilan. Pengumuman jam satu siang. Ya udah deh nunggu. Yang bodor si Ramires bilang gini, “besok gw ada tes Astra, pagi”. Ternyata dia ikutan Astra juga toh, cuma di bilang klo tempat tesnya di deket Kopo sana bukan di Aula Timur ITB kaya gw kmrn. Ohh.. berarti dy apply langsung ke Astra Group. Trus dia kasih liat smsnya, disitu dia bilang “Tuhh undangan psikotes tanggal 5 april jam 8 pagi, tempat bla bla bla silahkan membawa bla bla bla”. Disitu gw diem aja dan dengan nada berat gw bilang gini.. “Res, sekarang kan tanggal 6″. Disitu mukanya berubah dan setelah liat kalender di HPny dia kaya kebakaran jenggot. “Tolooooll.. beggooo…” teriakan dy. Gw dan Faisal cuma cekikikan ngeliat si Ramires mondar mandir depan kita bedua sambil garuk2 plus tepuk2 kepalanya sendiri.
Sekitar jam 1 siang gw naik ternyata interviewny belum beres. Masih dibaris tengah. Walaahh.. kacau. Ehh btw disini gw ketemu si Usman temen SMU sekaligus KM kelas 3 gw dulu. Setelah cekikan bareng krn dia belum selesai. Gw mau pamit dulu keluar, disitu gw minta tolong untuk sms gw klo udah beres. Sambil bilang makasih gw pun cabs dulu keluar. Sekitar jam 5 sore si Usman sms kasih tau pengumuman udh mw keluar, gw balik ke gedung Bank Bukopin. Setelah Faisal dan Ramires terheran2 kenapa gw datangny pas banget mau pengumuman (mereka ga tau gw ada kenalan disini), Nama pengumumanny pun keluar. Gw liat dari jauh nama2 yang lolos (pengumumanny di kertas HVS 4 lembar dicetak dengan font Times New Roman ukuran 12 dan cuma ditempel di dua tempat untuk ribuan penonton para peserta disitu, gmn gw bs liat jelas), langsung gw sortir ke huruf T, dari kejauhan gw liat kata ‘Taufiq’ disusul dibelakangnya kata ‘Aribowo’. Ohh.. gw lolos. Cuma semakin gw mendekati semakin gw sadar dua kata tersebut bukan dibaris yang sama.
Taufiq Hiyadi
Wahyu Aribowo
Aseeeeeeeeeeeeeeeeemmm…!!! Hueee.. selama gw ikutan tes baru kali ini nih gw ngalami kasus yang kaya gini. Gw ga lolos, si Faisal juga ga lolos, si Ramires lolos, si Usman juga ga lolos. Gw turun setelah pamit dari si Ramires yang harus ikutan Diskusi Kelompok (ampe malam lhoo sekitar jam 11an). Oia inget ga pas gw psikotes Djarum dulu (klik ini), tu paginya gw ada undangan tes dari Bank Bukopin? Klo dulu gw ga mules mungkin gw ga akan bs ikutan tes Djarum. Oia, saran gw nih yaa klo kalian ikutan tes Bank Bukopin selalu ambil baris yang dekat dengan meja interview, klo engga kasus kaya temen gw si Usman. Dia dah beres jam 11 siang tapi baru jam 3 sore bisa wawancara. Dan klo bisa bawa buku/gadget tuk killing time krn nunggu pengumuman yang lolos ke tahap berikutnya lama banget (pas gw balik lagi td tu aula kaya lapangan bulu tangkis dimana atletny dah cape semua). Pas turun pake tangga gw ngobrol2 ama si Usman yang ga menyesali dy ga lolos, krn besok dy ada diskusi kelompok tes Astra. Ternyata kemarin dy jg ikutan tes Astra cuma yang pagi (gw kn yg siang). Sambil jalan menuju parkiran motor gw teringat kembali dua nama yang nurut gw tu bukanlah kebetulan. “Mungkin ini pertanda kalo ini bukan jalan gw dari Sang Pencipta” pikir gw, sambil melihat langit sore itu gw pun hormat sambil memandang ke arah atas (langit) dan berucap pelan.. “Siap”.
————————————- attachment ——————————————
Ini adalah file soal wawancara dan juga lembar instruksi. File tersebut saya upload tuk menjadi gambaran saja bagi calon peserta tes lain. Jika ada pihak Bank Bukopin yang menemukan tulisan ini, saya sangat menekankan untuk mengganti model pertanyaannya dan merencanakan ulang sesi tes agar hal seperti ini tidak terulang. Hardcopy kedua dokumen tersebut sudah saya Shredder baik secara fisik maupun secara softcopy sehingga file ini murni berada di server wordpress. Semoga tulisan ini dapat memberikan benchmark positif bagi calon peserta tes dan Bank Bukopin.
“Dengan membuka/membaca/mendownload/mengunduh dokumen/file dibawah ini maka anda Secara Sadar Setuju bahwa file tersebut hanya sebagai gambaran/tinjauan saja. Anda setuju bahwa saya (selaku author penulis ini) dibebaskan dari segala tuntutan terkait akan confidential information. Jika anda tidak dapat menyetujui hal tersebut maka anda TIDAK DIPERKENANKAN untuk membuka/membaca/mendownload/mengunduh dokumen/file dibawah ini”
.
==== Untuk koneksi dial-up silahkan download dengan cara klik kanan (mouse) lalu pilih ‘Save as’ ====
Lembar Instruksi
Pesoalan Wawancara Terstruktur
================================================================
Astra International
Ceritanya sih gini.. pagi tadi pas gw mau lari pagi (yiuu tumbeen), gw liat bb gw klap klip.. *ohh paling iklan*, pas gw baca undangan psikotes Astra International tanggal 5 jam 12:00 siang di Aula Timur ITB. “siiipp..” sahut gw dan gw pun meluncur keluar, setelah gw pake running shoes gw, lengkap dengan stelan sport andalan, gw pun memakai jam tangan. Baru pemanasan kecil, gw langsung liat lagi jam tangan gw. Hari ini tanggal 5. Heeeee…. Tu sms dikirim jam 2 pagi (wow.. rajin y), saat gw terlelap lugu tidur sempurna. Semenjak tempatnya di Aula timur a.k.a kampus gw sendiri. santaaii.. ga perlu repot2 (ga kaya klo harus tes di jkt, misal tes-nya siang gw udah harus cabs setidakny jam 8 pagi ini). Lalu setelah olahraga pagi, makan dan tidur bentar gw pun cabs ke kampus gw itu.
Siang hari gw nyampe, buset kenapa banyak bangeeet orangnya.. dan gw pun hanya melirik kiri kanan dan berkesimpulan “Ga ada yang gw kenal”. Lalu gw duduk manis disitu, tiba2 ada yang nyamperin gw dengan menanyakan “Mas toilet dimana ya?”, lalu gw jawab “ohh ga ada toilet disini, ditahan aja ya”. Hahahah itu si passan salah satu temen gw di Unpar (Universitas Parahyangan) Bandung. Ternyata dia ikutan perekrutan astra juga toh. Tiba2 ada yang keluar dari aula menempelkan pengumuman. Tesnya ditunda ampe jam 12.30 setengah jam dari jadwal semula. Ya udah gw ngobrol2 panjang, setelah itu baru yang didalam Aula keluar (ohh.. ternyata ada sesi tes pagi toh). Lalu kita dipersilahkan duduk, gw dan temen gw ambil baris paling kiri (gw dapat sebelah tiang penyangga dan entah kenapa gw selalu mengagumi arsitektur aula timur ini.. klo diperhatikan dari penyangganya.. Yiuuu mulai dh keluar jalur cita2 jd arsitektur yg ga akan pernah kesampaian). Lalu seperti biasa sebelum tes pasti ada presentasi company profile terlebih dahulu.
Gw sebenernya ga tau Astra International itu seperti apa.. yg gw tau astra itu identik dengan kepemilikan kendaraan bermotor. Lalu dijelaskanlah, klo Astra International itu yang membawahi semua group2 astra. kaya Toyota Astra, Honda Astra (namanya mirip ama motor bebek gw dulu: honda astrea <– pkbr y tu motor), terus ada Astra finance, dan lainnya kaya untuk IT tu namanya AgIT (iyeee.. gw ngincer tempat kerja elu Azadi Dicky Suwono). Nahh nanti orang yg dari Astra International ini akan ditempatkan sesuai dengan group2 yang cocok dia bekerja. Setelah perkenalan singkat itu kita jg diberitahu klo nanti ga lolos, selama setahun ga akan bisa apply Astra International lagi. Tapi klo mau langsung apply ke astra groupny diperbolehkan. Hoo.. sahut gw. Sisanya sih dari presentasi company profile itu lebih ke arah promosi sh klo menurut gw. Kaya kepemilikan sepeda motor silahkan menggunakan honda astra, termasuk jika ingin merasakan bank dengan kualitas astra? silahkan menabung di bank permata. Jika nanti kerja di Astra payroll kita semua di Bank Permata (hahaha Octay!! bank tmpt kerja elu disebut2 nih).
Lalu sesi tes pun dimulai, setiap peserta diberi no peserta dengan cara berhitung itu (kaya kmrn gw tes di Caterpillar). Dan dimulai dari baris gw. Gw dapat no 8 temen gw dapat no 10. Dan panjaang sekali nunggu ampe itungan beres, 200 berapa gt terakhirnya. Btw semenjak tesnya di aula gede, pengawasnya cuma beberapa orang dan berdiri didepan, gw ada di spot paling pojok kiri. Berarti artinya gw bs dokumentasi disini.. hehehehehe…
Inget yee gw dokumentasi tuk memberi gambaran aja, bukan maksud lain. Klo ga bs terima alasan gw knp gw mw dokumentasi tolong jangan dibaca posting-an ini
.
Saat lembar tes dibagikan gw kaget kenapa lembar jawabanny banyak sekali, padahal bukuny tesny cuma satu. Ohh ternyata ada banyak sesi pertanyaan didalamnya. Setelah setiap sesi pertanyaan selesai, maka peserta tes harus mengumpulkan hanya lembar jawaban sesi itu saja (buku soal tidak dikumpulkan).
Word Meaning: Yaitu menemukan kata yang tidak memiliki kesamaan tapi kata ny diacak (bhs gw di-encrypt). Contohnya (a) kangbu (b) jema (c) mareli (d) bilom (e) imepatturdt, –> setelah di-decrypt menjadi : (a) bangku (b) meja (c) lemari (d) mobil (e) tempattidur –> analisis mana yang tdk memiliki kesamaan: jawabanny (d) mobil.
Word Fluenvy: Memiliki hubungan kata terdekat. Contohnya Roda : Listrik = Putar : Kursi.
Verbal Reasoning: Dua pernyataan jika kedua pernyataan benar = jwb (a), jika kedua penyataan salah = jwb (b) dan jika kedua penyataan tersebut tidak dapat ditentukan benar atau salah maka jawab (c). Contoh: (pernyatan 1) Kucing memiliki ekor dan kucing mamalia, (pernyataan 2) beberapa mamalia tidak memiliki ekor –> maka jawabanny adalah (a).
Verbal Analisis: Berisi mengenai sejumlah informasi dimana kita harus memilih salah satu alternatif yang tersedia. Contohnya ada 4 pot berwarna merah, kuning, hijau dan biru. Pot warna merah tidak bersebelahan dengan kuning dan pot warna hijau tidak bersebelahan dengan merah. Maka alternatif penyusunan yg memungkinkan adalah : (c) Merah biru kuning hijau (pilihan jawaban tersedia di buku soal).
Number Series: Soal deret baik aritmatika dan deret geometri.
Figure Reasoning: Mencari bayangan cermin dari gambar soal yang ditentukan, contoh sederhanany sh gambar soalnya tangan kiri, dari 5 jawaban tersebut mana gambar yang bayangan cermin dari tangan kiri kita (yaitu tangan kanan). Gambar kelima jawabanny itu tidak akan sejajar dengan gambar soal alias gambar kelima jawabanny diputar putar dengan beragam posisi.
Spatial Reasoning: Bangun kubus yang jika dibangun/saling ditempel akan membentuk kubus seperti apa. Sederhanany sh klo ada kubus dari kertas terus kita buka tu kubus, kan mirip TTS tuh ada kotak yg mendatar ada yang menurun (setelah dibongkar). Gambar pertanyaanny seperti TTS itu, jawabanny ada 5 kubus dengan corak berbeda2. Nahh ini soal yg paling gw demen dari dulu karena otak gw tokcer disini (kyny emg otak gw ada chip nVidia deh : manteb otak gw rendering-nya).
Verbal Memory: Nahh ini nihh yang harus dihapalkan dalam 5 menit, jadi kita dikasih lembar untuk menghapalkan nama2 beserta informasi yg terkait dengan nama2 tersebut. lalu nanti lembarnya dibalik dan ada soal pertanyaan seputar hapalan tersebut. Gw masih inget kok soalnya (bukan contoh soalny kali ini yg gw inget) krn gw paling ga bisa hapalan penuh (dari SD, gw mana pernah bisa kuat dihapalan — langganan tuh mata pelajaran sejarah dan biologi dapat nilai 5). Nih contoh lembar yang isinya harus diinget:
Nama= Nanda Rahmawati; Alamat =Jl Pukis salam no 35; Usia =20 tahun; Orang tua = Samsyudin dan Karen
Nama= Raymond Adhitia; Alamat =Jl Soekarno hatta no 45; Usia =29 tahun; Orang tua = Smith dan Lucy
Nama= Jaka Sutipra; Alamat =Jl Walayu III no 19; Usia =35 tahun; Orang tua = Adolf dan Maria
Dari tiga soal disitu ga mungkin gw hapalkan dalam waktu 5 menit, jd gw bikin aja pattern-ny. Contoh untuk alamat rumah Jl Pukis Salam 35 –> gw ingetnya kue pukis, Jl soekarno hatta –> gw ingetnya presiden RI dulu, Jl Walayu –> gw ingetnya “walaaahh..”. Dari persepsi gitu gw bikin polanya diotak gw menjadi:
Diare (dari Diapet NR alias Nanda Rahmawati); kue 35; 20; samsoe (syamsudin) kretek (karen)
Kambing (panggilan tmn kul gw dulu si Reymon);Presiden 45;30-1 (alias 29 tahun);SLR (tuk inget smith & lucy)
Japri (Jalur pribadi alias Jaka Sutipra); walaahhh.. 19;30+5; Mantan gw (Maria) Hitler (Adolf)
Lalu soalny ada dilembar baliknya dan ada 15 soal yang pertanyaannya seputar itu, seperti: Siapa yang tinggal di Jl. Soekarno hatta? siapa yang paling tua? apakah Istri Syamsudin adalah Maria? Siapa nama ayah Jaka Sutipra (si hitler lah
). Yaa gitu cara gw menghapalkanny.. maklum krn gw dapat otak yg versi biasa aja. Btw dari cara itu nurut gw efektif lhoo buat orang2 kaya gw. Buktinya gw udah selesai mengerjakan saat sebelah gw garuk2 kepala. Hehehe..
Lalu buku soal ditarik kembali dan diganti dengan buku soal yang berikutnya begitu juga dengan lembar jawabannya. Setelah itu tes berikutnya dimulai.
Astra Personality Type Inventory: Ni tentang mana sih yang lebih menggambarkan diri kita, jadi ada dua pernyataan a dan b, kita disuruh milih salah satu dan tidak boleh kosong. Jika keduany tidak menggambarkan diri kita maka kita harus memaksakan memilih salah satu (yg rajin ikutan psikotes pasti tau nih).
Astra Work Interest Inventory: Memahami minat dalam pekerjaan. Inventory ini akan mempelihatkan jenis karir yang akan memuaskan bagi saudara. Disitu ada 5 kolom pilihan yang harus dipilih – STS (sangat tidak setuju) TS (tidak setuju) R (ragu – ragu) S (setuju) SS (sangat setuju). Contoh pertanyaanny : Ahli Astronomi, ya udh krn gw ga tau apa2 ttg bintang2 jd gw coret STS.
Setelah itu Buku soal dikumpulkan dan lembar jawaban dikembalikan. Pas liat jam tangan gw, ni tes selesai 3.35 pm, berarti tesny sekitar 2 jam setelah iklan diawal itu. Lalu kita diberitahu bahwa pengumuman jam 4 nanti (wow,, sekitar kurang dari 250 orang yg tes sore itu dan pengumumannya bakal dalam waktu setengah jam? gayaa). “Bagi yang lolos nanti langsung masuk kembali dan diharuskan memiliki pensil HB. Bagi yang tidak lolos kami dari Astra International mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran anda diseleksi penerimaan karyawan Astra” sahut si mba2 penyelenggara tes.
Sore itu gw nemenin temen gw anak unpar ini beli pensil HB di toko salman, lalu makan bentar. Pas lagi makan gitu, gw liat bb gw dan ada satu misscall. “Ohh paling kk gw yang kasih tau dah landing di indo” pikir gw, ternyata bukaann.. nomer Jakarta. Nomernya 021-5500-xx4. pas gw dial balik, ga bs dihubungi (buseet.. ni berarti telp yang pake priviledge itu.. ga sembarang no bs dial kesini) hueeee…. ini company manaaa yang (tampaknya) manggil gw!?! Ayo dooonk telp gw lagiii, whoever you are..
Pas balik ke aula timur, pengumuman udah ditempel.. Gw ga lolos. Heee… kenapa gw ga lolos. Tapi temen gw ini lolos. zzzz…. tapi entah knp aura gw lagi positif hari ini. Gw ga lolos bukan krn gw ga qualified, tp berdasarkan psikotes tadi, tampaknya gw ga cocok kerja di Astra International. Dasar pemikiranny? Simple koq, karena akhir2 ini gw rajiiiin banget ke rental PS3 buat tanding Winning Eleven 2011 (suka main WE juga? kapan2 kita tanding yuukk.. belum pernah liat kan tendangan kota kembang. hehehe) ama tmn2 gw yg notabene pecinta game juga. Tiap pemain bola punya karakteristik sendiri untuk masing2 posisi dilapangan. Ga mungkin donk penyerang ditempatkan sebagai kiper atau bek (pemain belakang). Makany disitu gw mikir dengan ringan,,, ohh astra lagi butuh bek, sedangkan gw striker. ya ga cucok laahh
.
Btw selama gw ngeblog ini deh tulisan gw ttg tes pekerjaan yang paling detil, komplit dan ada fotonya (tesny di aula yang banyak pesertanya dengan pengawas yang sedikit, gmn cara gw bs berhentiin tangan gw tuk ga ambil gambar pake kamera hp). Mari bersama2 bilang : PERTAMAX !!! Alhamdulillah ada cerita perekrutan yg detil. Balik ke ni cerita, gw cabut setelah gw pamit ama temen Unpar gw ini. Btw ngomongin unpar, gw kan anak Unpar juga.. Ga percaya?? nihh foto yang diambil dr temen gw ini jaman duluuu banget gw kul S1 dan baru sekarang dy kasih ke gw
:
CAT
elu: …….ini apa bear?? Kucing??
gw: BUKAAAAAAAANNNNNNNNNNN…!!!! 

Tuhh.. gambar aslinya dari official website mereka. Pasti langsung bilang: “Ohhh…”. Yup PT Trakindo Utama atau kita sering kenal dengan Caterpillar, yang sering kita liat ditempat2 yg membutuhkan peralatan berat (salah satu produk mereka) adalah tempat gw tes berikutnya. Gw apply posisi yg sebenerny lupa gw, klo ga salah MT deh krn sisany lebih ke arah machine engineer. Gw apply pas hari jumat itu juga dan dari jobfair ITB. Gw kebagian tes jam 3 sore hari minggu. “Pas lahh” pikir gw.. Ehh tadi pagi gw di sms, klo jam tes gw diundur jd jam 4.30 pm, hoo.. lebih pas lagi. Berarti gw sempat makan dulu.
Gw datang jam 4.20, Sebelumny gw makan bareng tmn sebangku gw pas kelas 2 smu dulu, si ringgo ( Ringgo Febiantoro <– google tag nama dy donk
) kasian jg dy curhat klo dy lg deket ama cewe yg ternyata mantan adiknya.. wkwkwkkw.. ngakak abs gw nggo pas ngedengernya. Balik ke cerita Caterpillar, ternyata kloter sebelumny belum pada keluar. Kita baru bisa masuk sekitar jam 5. Diruang tersebut kita dipersilahkan duduk. Gw dapat tempat duduk dipinggir kiri paling belakang. Lalu kita diberitahu no tes kita berdasarkan tempat duduk. Gw duduk paling kiri sehingga baris gw diberi kelompok A dan gw urutan keempat dari depan jadi no tes gw A34 (paling depan gw 31, kenapa harus mulai dr angka 31 gw jg ga tau tuh
). Setelah itu kita diberi penjelasan proses rekrutmen ini. Ada psikotes, setelah itu jika lolos ada interview termasuk interview user dan technical test lalu ada medical checkup dan terakhir nanti baru akan ada offering job dari PT Trakindo Utama. Tes ini ada empat tahap. Pengisian menggunakan pena. Karena gw kebagian yg jam 5 sore, nanti sebelum tes terakhir bakal ada break dulu untuk sholat maghrib.
Tes 1: Tes pertama tu nebak pola. Penjelasan standar sh ngebilang “Ibarat kain ini memiliki 9 pola namun pola terakhirnya hilang. Silahkan tebak pola yang hilang tersebut berdasarkan 8 pola yg ada”. Waktuny cuma sebentar jadi kerjakan secepat yg bisa dilakukan sahut pengawas.
Tes 2: Tes kedua tu nebak gambar berikutnya. Hampir sama dengan yg 9 pola kaya tes pertama cuma ini lebih fokus ke logic-nya (menurut apa yg gw rasakan y). Jumlah soalnya rada banyak ketimbang si Tes 1 itu. Btw sebenerny setelah tes kedua ini gw punya pertanyaan sendiri sih.. buku psikotes ga ada update-nya gitu? soalny beberapa pertanyaan masih sama dengan tahun2 kemarin. Masih sama berarti gw masih inget, makany tanpa mikir gw udh tau jawabannya (mikirny kn udah dulu2
). Disini waktu juga lebih lama sedikit.
Tes 3: Ini tes yg dari dulu gw demen banget.. Pertama kali gw nyoba tes gini pas waktu gw masih kuliah. Gw jd OP anak2 psikolog gitu (mereka bilangny Objek Penelitian padahal mah nurut gw kaya bruang tikus percobaan
) dan yg nge-OP gw dulu tmn smu gw si behel ( Putri Annisa Arumbinang <– google tag nama dy donk, gw mau nagih janji dy dulu yg mw traktir makan krn udh jd OP dy
). Nama tesnya “Tes Pemahaman Mekanisme Acer” tes komputer (yiuuu.. mentang2 ada nama Acer)?? bukan,, klo dr penjelasan bukuny bunyinya gini nih: “Untuk mengetahui seberapa jauh anda memahami hal hal yang bersifat teknis”. Bentuk soalnya tu menarik banget.. contoh soalnya: “Ada dua roda A dan B, kedua roda tersebut dihubungkan dengan tali melingkar tidak putus. Jika roda A berputar kekiri, ke arah mana roda B akan berputar??” Cuma pertanyaanny bukan dalam bentuk kalimat tapi dalam bentuk gambar (semua pertanyaan lho). Ajiiiibbb kaann.. gw paling demen tes ini. Ada lagi soal yang gambarnya ada 3 roda terhubung ke dinamo. yg satu ukurannya kecil yg satu ukurannya gede. Mana yang lebih lambat berputarnya jika ketiga roda tersebut terhubung dengan tali? contoh lainnya kaya Roda A diamater 12 cm dan roda B diamater 6 cm. Pertanyaannya jika roda A diputar satu kali, berapa kali roda B akan berputar?, yaa satu buku itu model soalny begitu semua dan pake gambar bo!!! Satu soal harus diselesaikan kurang dari 1 menit. Total 20 menit dan ada 30 soal. Bener2 suka sekali gw soal model gitu, logic banget artinya gw banget laaahh. Hihihihi.
Lalu kita break dulu, untuk melaksanakan sholat maghrib bagi yg muslim. Gw maghrib di ged elektro. Gw klo inget ged elektro pasti inget UPT-ITB (language center) klo inget UPT gw inget Conversation Class (CC) dulu. Klo inget CC gw pasti inget seseorang bernama: Sally Rosalie ( <– google tag nama dy donk) yang hilang entah kmn (yaa walau gw tau dy kul di unpad – akun’07), Sally klo elu baca, ni yg mw gw tanyain: “Neng.. koq ganti no hp ga bilang2 !?! no abang masih ttp sama koq ama yg dulu, SMS y”
. Balik ke Caterpillar, sekitar 5 menit kemudian gw balik keruangan. Dan yang lucunya tinggal satu orang lagi yg belum masuk. Ampe ditelpon donk krn yg lain udah pada nunggu. Lalu tes pun dilanjutkan.
Tes 4: English test. Yaa triple play (sebutan gw aja) itu (Listening, Structure dan Reading). Sayang euy pas waktu listening ga jernih suaranya (woii ITB ganti ni speaker doonk, mana speakernya tua bgt curiga ni speaker yg dipake pas proklamasi kemerdekaan RI dulu dipinjem bung Karno). Sambung ke structure dan reading. Gw ga tau yaa.. apa karena gw lg capee atau karena gw lagi good aja otaknya (tumben2an), gw lancar ngerjain structure dan reading. Structure gw tau dimana apa yg bikin kalimat tersebut ga pas. Pernah denger ga baca cepat, baca tanpa harus membaca kata per kata namun hanya melihat bentuk huruf, susunan kata, susunan kalimat, maksudnya apa. Ituu yg terjadi ama gw (tumben2an kan). Pas reading gw dengan baik memahami maksud cerita tanpa harus baca semua. Dan gw langsung kaitkan dengan apa yang ditanyakan sehingga saat gw udh ketemu jawabanny gw ga perlu baca ampe akhir dan berulang2. Langsung gw ganti ke soal reading lainnya. Alhasil.. dari waktu yg diberikan 1 jam 10 menit dengan 20 menit tuk listening, gw selesai 10 menit kemudian, padahal soalnya banyak lhoo (1 jam waktunya). Yup gw dah selesai saat waktu tes masih setengah jam lagi. Gw cuma cek sekali doank secara keseluruhan dan acak (suer.. udh mual gw liat soal), setelah itu duduk manis gw ditempat duduk. Mengeluarkan hp gw tuk cek email atau baca pdf. baru aja gw buka hp ehh ada pemberitahuan: “Waktu masih setengah jam lagi, jika ada yang sudah selesai silahkan meninggalkan ruangan dengan sebelumny mengisi daftar hadir di meja tersebut”. Ya udahh gw langsung packing dan cabs dehh.. Dan cuma gw yang dah selesai tes saat itu (untuk yg lain goodluck yaa.. jgn ampe kepulangan gw ini mengganggu konsentrasi kalian
) lagian badan gw udah mw rontok nih krn seharian dikampus dan td malam kurang tidur krn hengot di Cartil ampe hampir jam 12 malam.
Dijalan menuju parkiran, gw kembali teringat, hasil tes dari proses rekrutmen ini bakal diberitahu pengumumannya dua minggu dari sekarang. Klo ga dihubungi berarti gugur. “Yaa moga2 aja gw keterima..” gumam gw sambil meninggalkan parkir timur senayan ITB.
“Gajaaahh… gw balik dulu yakk,, besok gw balik kesini lagi koq”
Xlence Aprentice Program
elu: Hmm.. bear koq kaya dejavu baca judulnya..
gw: bukan dejavu tp emang bener koq, postingan ini kan (klik deh) maksud lo !??
elu: Kok…????
Hehehehe iyeeeee.. gw tau yg ada dipikiran kalian,, “Nge apply lagi??”, walau dulu gw diterima sebagai permanent staff tapi kan ga bs gw ambil krn gw masih kuliah dulu. Dan bodohnya gw lagi, knp gw ga minta contact person y pas tahun kmrn. Jadi skrg nyobain lagi deehhh.. nge apply Xlence Aprentice Program – PT XL Axiata Tbk. Biarin atuhh mumpung gw masih punya kesempatan tuk ikutan tes sana sini. Biarkan bruang atu ini berkembang
.
Cerita awalny sh gini.. pas senin kmrn gw mw pinjem buku diperpus sekilas gw liat poster ada career day wiken ini. Titian Karir ITB judulny. Gratis koq. Ini baru jobfair, perusahaanny bagus2 n ga pake tiket masuk. Masa jobfair jd ladang bisnis jg dengan jualan tiket. Mending klo perusahaanny bagus2 ini malah biasa2 dan ga dipanggil2 lagi. Emang klo jobfair di ITB jujur dan jelas, dan ga pake bayar segala (Coba deh jobfair mana yg ada stan Shell selain ITB
). Nahh ada jobfair berarti ada proses rekrutmen, klo ada proses rekrutmen berarti ada cerita buat blog gw kesempatan donk. Ya udh deh hari jumatny gw datang dan gw apply sana kemari. Salah satunya si XL ini. Cerita awalny gw nanya ke mereka klo dahulu pernah diterima tp ga diambil bisa apply lagi ga? terus gw ditanya “koq ga diambil?” gw bilang gw masih kuliah, klo sekarang gw free cuma tesis aja yang masih belum gw kerjakan sedikitpun dalam proses. Pas gw ditanya “siap klo harus office day dan kadang harus masuk sabtu minggu?”, gw langsung jawab “siap”. Dan gw pun dipersilahkan mengisi data diri. Harusnya gw bawa copy cv (softcopy) cuma krn gw ga bawa gw cuma lampirkan alamat email aja. Besokny temen kul ITB gw sms nanya dapat undangan tes ga buat hari minggu? gw bales engga, gw ga di sms. “Belum aja kali” sambung dy. Disitu gw rada udah putus asa sih kenapa dy dipanggil gw engga. Bete banget, selang 5 menit kemudian mata gw yg lagi buka laptop melirik notifikasi email di tab browser gw. Pas gw buka email gw ternyata undanganny dari email. Alhamdulillah.. kirain gw ga lolos ternyata disini. setelah senyum2 sendiri gw mikir knp gw ga di sms?? awalany gw pikir khusus yg no-ny XL aja tp tmn gw ini no-ny kan Fren. Ohh berarti hanya beberapa orang yg dikirim sms sisanya di email (kasian amat yg jarang buka email, siapa tau dipanggil).
Tesnya hari minggu pagi, gw berangkat dari rumah jam 6.30 pagi, gw kira bakal macet ternyata gw mendarat di ITB jam 7 kurang. Alih2 gw mw tidur malah sakit perut jd gw ke kamar mandi umum dulu. Setelah itu gw balik ke mobil dan tidur bentar krn gw tesny jam 8 pagi. Ruangannya di CDC lt 2 (GKU timur). Terus gw ketemu temen gw dan kita naik keatas. Disitu ada daftar hadir, dan gw menandatanganinya. Lalu sekitar 10 menit kemudian gw masuk kedalam. Dan kebagian dibangku paling belakang. Duduk manis gw. ada persentasi perusahaan sebagai pembuka sebelum acara dimulai. Jadi ceritanya gini.. Xlence program sekarang tu 9 bulan masanya (tahun lalu cuma 6 bulan). untuk tahun ini ada 4 batch (4 kali rekrutmen), dan skrg batch kedua. Nahh yg hadir diruangan itu adalah mereka yg udah drop CV dari hari jumat ampe sabtu siang. Sisanya bakal diikutsertakan untuk akhir bulan april ini. Menurut persentasi tersebut, tes perekrutan ini ada beberapa tahap yaitu:
- Screening : proses seleksi berdasarkan CV yang masuk untuk undangan mengikuti tes.
- Tes Tahap I : Seputar psikotes dan bahasa inggris.
- Tes Tahap II : Studi kasus dan diskusi kelompok.
- Tes Tahap III : Interview User dan apaa gt gw lupa.
- Tes Tahap IV : Interview dengan kepala HR (klo ga salah y, gw lg sibuk baca TL twitter td)
- Final : Medical check dan ud bs mulai deh program XL ini.
Dari persentasi itu jg gw tau klo yang bakal masuk ke batch ke-2 ini maksimal 20 orang. Mereka bilang, klo mereka cuma bisa hire dibawah 20 orang jg gpp. Lalu karena banyak yg apply, skrg dibatasi usia maksimalnya. Klo S1 maksimal umur 23 klo S2 maksimal umur 25. Batch ke-2 ini akan mulai tanggal 6 juni 2011 nanti. Berdasarkan data batch pertama, CV yang masuk tu sekitar >1000, yang diundang untuk tes tu <300, yang diundang tuk diskusi kelompok tu <189, yg diundang tuk interview user tu <89 yg diundang tu interview kepala HR tu <26, dan yg join masuk ke Xlence Aprentice Program tu 12 orang. Wowww.. setelah pengenalan singkat tersebut kita dibagikan lembar isian form yg harus dilengkapi dan dikumpulkan diakhir tes. Jawaban menggunakan pensil, yang ga bawa pensil dipinjamkan koq ama pantia. Sekarang jam 9 tes diperkirakan selesai dalam waktu 3 jam jd sekitar jam 12 siang baru selesai. Setelah itu kita disuruh berhitung, gw kebagian no 51. Nomer ini yg dijadikan no tes dilembar isian. Setelah itu soal lembar jawaban dibagikan. Dilembar tersebut tertulis Gaia (Partner XL dlm proses rekrutmen ini). Lalu buku soal dibagikan dan diberikan penjelasan terlebih dahulu. Lalu setelah tidak ada pertanyaan tesny pun dimulai.
Tes 1: Personality test, yup ini tes tentang mana yang lebih sesuai dengan pilihan kita. Jadi klo jawabanny A ya B, intiny kita harus memilih walaupun kedua jawaban tersebut tidak sesuai dengan diri kita tapi harus tetap pilih salah satu (ga boleh kosong).
Tes 2: Ability test, Sumpahh seumur idup gw tes perekrutan gw baru nemu tes seperti ini. Ability test gw kirain kemampuan dalam hal itung2an tapi pas gw buka. Itu tes kemampuan me-manage. Intinya kita jadi kaya Head suatu dept dimana harus mengambil keputusan. Soal2-nya menarik sekali, dari kita harus melakukan assignment siapa saja orang2ny yang qualified berdasarkan informasi karakteristrik masing2 tuk suatu proyek, analisis kesalahan, strategi yang harus dilakukan berdasarkan dua pie chart data (diprint warna bo diatas kertas HVS 80 gram), analisis karyawan yg sering cuti/sering sakit/yg menjanjikan bs datang pagi dari record absensi karyawan, dan menentukan pada bulan apa profit paling menguntungkan dalam setahun dari grafik penjualan. Bener2 berasa bos banget deehh.. sekilas gw lupa klo itu adalah tes, sekilas gw berasa Member of Board of Director ginii.. huahahahaha.
Tes 3: Personality characteristic test, halaahh.. koq tes personality lg (ngomongin personality jd pengen pizza hut yg personal).. Intinya hampir sama dengan yang tes 1, disuruh pilih salah satu. Yang beda cuma klo tes 1 lembar isianny bagus, bukunya bagus. Tapi tes 3 ini lembar isian dan bukunya fotocopy. Penghematan kali yak.. hehehe
Tes 4: English test, Pas gw buka buku tes bahasa inggris ini, kenapa fotocopy?? kan ada listening dan kita harus liat gambar. Ini burem item ga jelas gini gmn mw kasih tau gambar apa. Terus panitia menyiapkan serangkaian gambar didepan (slideshow), “Cocoook.. baru kan enak” pikir gw. Dan pas gw liat gambar pertamanya, itu adalah kapal kargo warna merah. Dan gw langsung ingeet.. ini buku tes yang samaa dengan yg tahun lalu gw tes di Mega kuningan. Isinya ada listening, structure dan reading. Cuma pas disana gw dapat buku tes aslinya, bukan fotocopy-an gini. Ehh bener aja, pas gw baca reading-nya ada cerita tentang peluncuran satelit
.
Setelah itu kita dipersilahkan keluar, pengumuman akan ditempel sejam lagi. Pas keluar kita mengembalikan form isian yg dikasih awal (pengalaman gw sh ni form isian nanti dipake buat interview user klo lolos) yang bawa CV dilampirkan dengan form isian itu. Harusny CVnya dalam bentuk softcopy cuma krn banyak yg ngeprint jd dibiarkan saja dikumpulkan. Pribadi sih nurut gw yg pernah ikutan seleksi tahun kemarin, tes XL kali ini lebih simple dibanding tahun kmrn. Buktinya ga ada tes si lembar Pauli dan tes khusus tentang teknis IT (klik deh: tes XL gw yg pertama), waktuny jg lebih cepat sejam. Ringan deh tes yg sekarang. Pas keluar gw ama tmn gw ini cuma cari makan aja. Sejam kemudian nama orang2 yang lolos udah ditempel. Nama2 yg lolos untuk ikutan diskusi kelompok. Temen gw ada, tapi nama gw ga ada…
Lahhh.. koq gw ga lolos?? Padahal tes td ga ada hambatan dan layak tuk masuk tes berikutnya. Tapii kenapa ga lolos. Hiks hiks.. Disitu sh gw cuma mikir positif aja. Berarti memang ini belum jalan gw. Btw banyak yg ga lolos lho. Klo nurut temen gw ini, diskusi kelompok ialah serangkaian orang yg memiliki beragam “pola” karakteristik digabungkan, dari situ dinilai keterikatan, kesesuaian dan responsi setiap individu (dasar anak S2, suka bikin teori sendiri). Disitu gw cuma bilang “background education elu ap atau dasarnya apa elu ngomong itu?”, nyengir dy bilang “IT… hehehe ga ada dasar”, ” tu kn opini elu aja kecuali klo elu dr psikolog atau elu tau dari siapa yg orangnya jelas baru gw terima” sambung gw. Gw meninggalkan tempat tes tersebut dengan berat hati sihh. Di pengumuman itu ada tulisan: “Bagi yg tidak lolos kemungkinan akan diproses di Jakarta” dan bagi kebanyakan orang tulisan tersebut adalah harapan, bagi gw yang namany ga lolos tetep wee ga lolos. Tapi sekilas ada benernya jg sh knp harus diproses di Jkt. Keterbatasan ruangan dan waktu kali ya. Sejam kemudian temen gw ini ikutan diskusi kelompok, dan baru sekitar 2 jam kemudian dia keluar (pas dy masuk ruangan gw makan lagi buat tes ntar sore). Dari cerita dy sh, cuma ditanya studi kasus, tuk kelompok dy, ditanya: “Ide apa yang bisa dikasih ke RIM (black’bear’y) untuk membantu meningkatkan layanan XL”. Temen gw ini ga pake bb, rada bingung. Jd jawab dy ala kadar standarnya dehh. Pengumuman dari diskusi kelompok ini akan diberitahu dalam 2 minggu kedepan. Klo yg belum lolos tunggu aj dipanggilnya kapan, klo ampe akhir bulan depan belum dipanggil berarti emang ga lolos.
“Woiiii.. XL !! gw dah hampir beres nii S2-nya.. terima gw lagii dwooooooooooooooonnkkk…..”
Listrik Prabayar PLN
Sore tadi gw pulang, dan gw langsung parkirkan sedan andalan gw kedalam garasi. Betee hari ini hujan, padahal baru kmrn gw poles mulus ni mobil pake alat pemoles (itu alat yg muter2 buat body mobil). Biarlah.. ga ada noda kan ga belajar. Pas gw mw nutup pintu tiba2 datang seorang bapak pake motor depan rumah gw. Setelah turun si bapak bilang “Selamat sore saya dari PLN, sesuai dengan surat kerja saya mau mengganti meteran listriknya jadi meteran Prabayar” sambil menyodorkan kertas kerja lengkap dengan logo kuning petirnya PLN. Disitu gw baru inget.. Oiaa.. 2 hari yg lalu bokap gw bilang mw ganti listrik di antapani ini jd prabayar. Ya udah deh.. gw persilahkan si bapak tersebut masuk untuk mengganti meteran gw. Sambil berjalan si bapak bilang gini “Udah dari kemaren saya kesini, rumahny sering kosong ya!?” Yiuu.. minggu lalu pak pos sekarang petugas PLN yg complain rumah gw selalu kosong.
Si bapak langsung mengeluarkan beberapa peralatan. Serta kabel. Lalu gw ditanya, “meteranny mau dipindah ga jadi lebih rendah?”. Jadi meteran rumah gw itu ada didalam garasi dan nempel sempuran diketinggian sekitar 3 meter dari permukaan lantai. Klo mw liat angka meteran atau pas listrik jepret tu harus naik bangku dulu. Nahh mumpung petugasny ada ya udah deh sekalian diturunin. Gw minta deket tiang aja. Terus si bapak ini mengeluarkan meteran listrik yg prabayar. Wowww.. takjub gw meteranny. Pake tombol segala. Cangiiihh..
Sekitar sejam kemudian barulah meteran ini berhasil dipasang, yang gw bingung kenapa abis dipasang kok ga langsung jalan. Si bapak ini sibuk komat kamit ditelpon dengan memberitahu ID meteran prabayar tersebut kepada kantor PLN. Rada lama sih barulah meteran ini berjalan, meneruskan arus litrik kedalam rumah. Setelah ga ada masalah baru deh gw dijelaskan caranya, Jadi saat 500 Kw ni meteran bakal “teriak teriak” yg menandakan itu adalah indikator bahwa listriknya udah mau habis. Jadi harus segera isi ulang. Pembelian pulsany bisa di bank atau kantor tempat pembayaran PLN (ga bs isi ulang elektrik y pak), nominalny pun beragam dari Rp 20.000,- sampai Rp 1.000.000,- Setelah itu gw dikasih brosur penjelasan dan kartu keanggotaan gitulah. gw pikir voucher awalny, tapi masa voucher dibelakangny ada pita magnetik (magstripe). Setelah selesai, saat gw bilang terima kasih ehh si bapak minta ‘tip’, pas gw tanya “lhoo ini kan bagian dari surat perintah kerja PLN kok saya kena biaya?” terus si bapakny bilang “ganti meteran memang dari PLN tapi pindahin meteran dan pasang kabel itu diluar PLN”. Hahaha gw cuma ketawa aja, yaa siapa tau putrinya lagi ulang tahun dan dia pengen beliin boneka bruang pulang dari sini. Jadi gw kasih deh tip-ny (punten ya pak ala kadarny aja).
Listrik Prabayar, nurut gw bukanlah sesuatu yang baru gw liat. Tahun 2003 silam gw pernah ikutan TELEPATI (Huss.. bukan hal2 yg berbau supernatural) melainkan “Training Elektronika Praktis” yg dibuat oleh jurusan elektro ITB. Gw pas itu masih SMU kelas 2, dan saat mampir ke ruangan researchny mereka, Ada yg parkir dengan sempurna disitu, yaitu meteran Prabayar milik PLN. Disitu gw nanya, masih dalam tahap penelitian atau tidak dan mereka menjawab itu udah jadi. Lalu gw tanya lagi, berarti ini prototipeny donk?” dan mereka kembali menjawab “engga, ini udah final kok. Tinggal nunggu aja kapan PLN mw ganti secara luas dan memproduksi meteran prabayar ini dalam jumlah yg besar”. Ya listrik prabayar itu udah ada dari tahun 2003, lalu kenapa baru sekitar, katakanlah, 7 tahun kemudian (2010) ada. Entahlah mungkin klo pake prabayar tagihan listrik ga bs ditipu2 pleh para pejabat. Ya ya ya.. satu hal yg bikin gw heran PLN itu adalah pemain utama dan satu2ny perusahaan yg bergerak di bidang listrik tanpa ada kompetitor lainny. Tapi kenapa PLN itu “terlihat” lebih rugi dibanding BUMN lainnya yak
.
Gw ga bakal kaget misalny bsk kos2an ada meterannya didepan pintu termasuk rumah2 yg dikontrakan. Cuma satu hal aja yg bikin gw bingung dan terganggu sampai detik ini. Listrik prabayar kn pake voucher, masa si meteran itu ga terkoneksi ke pusat untuk sekedar memberi informasi/jenis token angkanya/dll? Ibaratny gini (gw mikir secara IT y), komputer (meteran) memberi informasi mengenai penggunaan komputer tersebut ke server (kantor pusat PLN) medianya bisa berupa kabel ataupun wireless. Lahh ini meteran listrik media komunikasiny apa?? Masa dy ga update token ke pusat, berarti klo gw bikin katakanlah Crack Generator untuk probabilitas pattern angka voucher yg muncul ditiap slotnya, bisa donk dilakukan karena meteran ini bersifat statis saja. Atau jangan2.. (konspirasi yuuk) bukanlah hal yg baru bahwa komunikasi dapat dilakukan dengan media listrik (hayoo yg dari telekomunikasi gabung disini), prinsip dasar biner dilambangkan dengan angka 0 tidak ada arus, angka 1 ada arus, dari prinsip tersebut komunikasi dapat dibuat. Gosip yg dulu gw denger sih klo teknologi tersebut diimplementasikan (media listrik) Telkom ga perlu ada di Indo, cukup PLN sebagai pengelola listrik dan komunikasi. Sisi manfaat kecilnya, ga perlu ada galian kabel ganda (telekomunikasi dan listrik). Balik ke ni meteran, jangan2 dibalik meteran ini terdapat implementasi “teknologi yg dilarang” tersebut. Knp gw mikirny seperti itu?
Premis mayor gw : Pertama, masa ga ada update token meteran, bisa di hack donk. yg kedua setelah tadi ni meteran dipasang, listrikny ga langsung ngalir dan si bapak petugas PLN ini harus komat kamit dulu di hp ke kantor pusat. Lalu selang beberapa puluh menit kemudian baru deh listriknya jalan.
Premis minor gw : Kendali (controling) tidak dapat dilakukan jika tidak terjadi komunikasi.
Conclusion gw : Meteran lugu ini pake “teknologi yg dilarang” tersebut
.
Mulai hari ini listrik rumah gw itu prabayar, dan daya ny jg dh diupgrade jd 2200 watt dari 900 watt, nurut gw pake prabayar lebih praktis aja. Ga perlu tukang PLN datang tiap bulan (jd klo rumah gw kosong ga ditembak aj angkany), bebas abodemen (prabayar gituloh) dan sekarang semua alat elektronik gw bs idup semua (laptop, tv, radio, lampu, pompa, kulkas, microwave, dispenser, AC, bor, lampu sorot depan) serentak tanpa takut ngejepret. Hehehe. Urusan pembayaran (misalny malam2 listriknya abis) yaa tinggal ke ATM aja, isi ulang darisana. Klo pas lagi hujan badai? yaa tinggal sms banking aj (knp ga internet banking? yiuu.. pake nany lagi, kn mati listriknyaaaa!!).. klo ga ada pulsa ya udah dehh cara terakhir. Dari kartu Halo gw bs beli voucher listrik koq
.
“Kalo hpny abs baterai? Udah dehh nunggu mentari terbit aja besok pagi, baru beli voucher”
..
Djarum (DSO) – Finale
Sekitar jam 4 sore tadi sejam setelah gw touchdown di Bandung lagi, ada pak pos teriak2 didepan rumah gw karena bel rumah gw rusak. Dan yang lucunya si pak pos complain: “Saya tiap kesini selalu kosong y rumahnya, klo lain kali saya lempar kehalaman saja boleh tidak?”, gw yang cekikikan dalam hati sambil tersenyum bilang “Oia gpp kok pak, asal nyampe teras rumah aja y biar ga kena panas hujan”. Pas gw nyamper ada dua amplop, satu isi undangan pernikahan di Bekasi (halahh.. ga bs di Bandung aj y) dan satu lagi amplop bertuliskan logo Djarum yg isinya:
Hal pertama yg gw ucap setelah gw baca surat diatas adalah: “OMG,, Kenapa Nama Kramat gw salah ketik“. Yang bener kan ‘Taufiq Aribowo’ bukan ‘Ariwibowo’ (Ariwibowo itu abang gw, yiuuu). Hal kedua yang terlintas di kepala gw, eheiiii.. pertama kalinya gw dapat rejection letter langsung (biasa kn lewat email) gaya jugaa yaahh..
Udah ga kaget sih klo gw bakal dapat ni surat. Karena setelah interview itu gw nyadar kok gw belum qualified tuk di Djarum. Yang penting kn gw dah pernah nyoba (apa sih yang lebih penting selain keep trying, trying and trying) dan tu artinya si bruang satu ini ga bs deploy di Djarum. Kalo dari tanggal dibuatnya sih cuma sehari setelah gw interview user, tapi kenapa nyampe ke gw seminggu kemudian?? dan tiba2 gw langsung teringat keluhan si pak pos tadi ttg rumah gw yang selalu kosong. Dari kandidat calon karyawan salah satu yang masih keep in touch ama gw si Novi (tuh si anak Arsitek ITB yang gw kenal pas interview HR) dan gw baru tau klo dia ampe sekarang belum ada panggilan dari Djarum. Dan gw udah kasih tau sh ke dy klo gw gagal masuk Djarum. Semoga ente cepat dipanggil y bray, amiin. Dan untuk temen2 lainnya yg udah keterima di Djarum, good luck yaa kerjanya. Jadikan kerja di Djarum seperti harumnya ‘Superfine Clove‘ Djarum Super
.
Djarum (DSO) – Part 3
1 minggu yg lalu :
mba: “Halo selamat siang, dengan Taufiq Aribowo?”
gw: “Iya bener”
mba: “Kami dari Djarum, ingin mengundang anda untuk interview user di hari senin jam 10 pagi, anda bersedia?”
gw: “Senin saya tidak bisa mba, kalo esoknya saja hari selasa bagaimana mba?”
gw: “Sebentar saya tanyakan dulu”
-akhir pembicaraan-
Yup gw akhirnya ditelp juga oleh Djarum setelah interview HR diakhir Januari kemarin itu. Sebenernya ada hampir sebulan akhirnya gw baru dapat ni telp (dari 2 minggu yang dijanjikan oleh HR), mungkin karena penjadwalan dengan user makanya lebih dari 2 minggu. Setengah jam kemudian telp gw berdering kembali,
mba: “Halo, kalo hari selasa tanggal 1 maret jam 10 bisa?”
gw: “Bisa mba”
mba: “Ya sudah jam 10 pagi hari selasa tanggal 1 maret ya”
gw: “Baik mba”
mba: “Oia, sekarang masih S2 ya? nanti kalo keterima kerja jadwalnya gimana?”
gw: “Ohh semester ini saya tidak ada kuliah mba, jadi saya bisa office hour full”
mba; “Baik kalo begitu, terima kasih”
-akhir pembicaraan-
Senin kemaren pagi (pas hari terakhir di bulan feb), gw ditelp lagi dengan mba yg dulu nelp gw kembali mengingatkan besok ada interview dengan user (baiknyaa.. gw diingetin) dan gw langsung menyanggupi bahwa gw bisa ikutan. Dan gw kembali buka catatan gw waktu si mba nelp dulu untuk melihat jadwal dan alamat tempat gw bakal diinterview user.
Interview user. 1 Maret 2011 jam 10:00 ketemu dengan ibu Tiara di Kantor Djarum, Jl. KS Tubun 2C No. 57, Slipi, Jakarta Barat, INDONESIA – 11410
Slipi?? Hee ada kantor yaa disana, dari dulu yang gw tau di Jl KS tubun itu cuma ada R.S. PELNI tapi kalo kantor, gw ga pernah tau ada. Dan lagian yang namanya Slipi pasti yang gw inget si Wisma Asia BCA itu
, Nahh ceritanya nih ketimbang besok pagi gw nyasar, mending gw cek dulu aja dimana tempatnya pas malam hari. Oia gw dah di Jakarta dari tadi pagi, malamnya gw kesana cari tau dimanakah letak kantornya. Jl. KS Tubun 2C itu, ternyata jalannya masuk kedalam dari Jl. KS Tubun utama, patokanny untuk ke kantor Djarum di Slipi itu seperti ini:
Jika datang dari perempatan Slipi (yang macetnya minta ampun kalo pagi dan sore hari) kan ketemu RS PELNI tuh sebelah kiri, nahh itu maju dikit aja. Ga terlalu jauh dari situ ada Kimia Farma 24 jam (Ada papan namany kok yang kental dengan nuansa biru Kimia Farma), sebelah Kimia Farma itu ada jalan masuk, nahh masuk ke jalan tsb. Ketemu pertigaan pertama itu belok kanan, terus ketemu pertigaan kedua itu belok kiri. Nah dia sebelah kanan jalan, cari aja yang no 57. Awalnya gw ketemu kantor yang masih nuansa baru dibangun, gw kira itu kantornya tapi pas gw liat bangunanny kenapa no 8. Ternyata setelah kantor itu ada yang no 57. Disitu ga ada papan nama tulisan gede Djarum. Kalo datang dari BCA Wisma Asia, tu lurus aja nanti kantornya sebelah kanan cuma ga terlalu keliatan sih. Tadi gw dah buka wikimapia ternyata belum ada yang memplot map kantor Djarum di slipi ini. Pas gw coba nge-map ehh gw harus register. Pas gw dah register ehhh disuruh nunggu beberapa hari setelah register untuk bisa nge-map suatu tempat. Ntar yee 3 harian lagi gw buka wikimapia lagi, moga2 gw udah bisa nge-map lokasi kantor Djarum ini biar ada bayangan jelas letak kantor ini dimana.
Tadi pagi gw berangkat jam 7, dan menembus kemacetan Jakarta seperti pagi – pagi biasa di Jakarta. Gw baru nyampe sekitar jam 9an, lalu gw masuk kedalam kantornya. Btw kantor ini ada dua area, satu adalah area kantor penuh dengan mobil2 parkir, satu lagi tu penuh dengan atlet, dari gayany atlet bulutangkis. Gw langsung ngeh klo beasiswa Djarum untuk bulutangkis salah satunya disini tempatnya. Di pintu masuk lobby kantor ada stiker L.A Lights dan pas masuk resepsionisnya pake polo shirt Djarum yg gw suka itu. terus gw lapor ke resepsionis itu untuk bertemu dengan ibu Tiara, si mba2 di frontdesk langsung ngebilang “Dengan Taufiq Aribowo?”, “yup betul” sahut gw. Lalu gw disuruh menukarkan KTP dengan ID Tamu dan diminta menunggu sebentar. Setelah nunggu beberapa menit gw pun dipanggil dan dipersilahkan naik ke lt. 4, nahh yang lucu ni gw ga denger kalo gw harus naik ke lantai 4. Tapi gw malah masuk ruangan didepan resepsionis itu. Disitu ada 3 orang bapak2 pake jas. Pas gw duduk nunggu, gw disamper sama si resepsionisnya, dan dibilang ke lantai 4 bukan diruang tersebut. Ya udh gw langsung keluar, pas gw keluar si mba2ny bilang ke tiga orang bapak2 tersebut dengan “Maaf ya pak” sambil menutup pintu. Hee.. tadi tuh ruangan siapa? para BoD kali yaa.. hahaha (maaf pak saya ga tau), gw langsung naik lift ke lantai 4 dan ketemu satpam. Lalu gw sebut gw mau ketemu ibu Tiara dan gw disuruh nunggu dibangku sebelah satpam tersebut.
Sambil nunggu gw liat sekitar, dilantai 4 ini sebelah kiri tu area karyawan, dan sebelah kanan tu area atasan kali yaa.. karpet dan lampu peneranganny beda. Selang berapa waktu gw ketemu dengan si ibu Tiara, setelah berjabat tangan gw diminta untuk menunggu kembali disitu. Lalu sekitar 20 menit kemudian gw dibawa oleh ibu Tiara masuk ke ruang rapat (hee.. disini gw bakal di wawancara), gw ditawari minuman, karena AC ruanganny dingin dan gw rada haus, gw minta aja air putih anget. Lalu kembali gw diminta nunggu sebentar. “Usernya baru selesai rapat, sebentar ya” sahut bu Tiara, lalu gw liat kesekeliling ruangan rapat gede itu. Yang lucu sambil nunggu gw keluarin hp buat foto diruangan rapat, pas lagi selftimer tiba2 pintu dibuka, spontan gw ambil hp gw yang masih bunyi selftimer tersebut. Hahahhaa batal deh foto,, yang masuk bapak2 lalu gw berjabat tangan dan gw dipersilahkan duduk kembali.
“Sebentar ya.. kita tunggu yang lain datang” sahut si bapak tersebut. Heee?? gw di-interview oleh berapa orang ini? selang 5 menit kemudian muncul deh 2 orang bapak2 yang masuk kedalam ruangan. Woow.. 3 orang yang interview gw dan sesi wawancara dimulai dengan pembuka gw dipersilahkan untuk mengenalkan diri. Gw jelasin apapun tentang gw, termasuk minat dan hobi gw apa. Akhirnya gw pun ditanya2. Yang pertama sih gw ditanya, minat gw ada dibidang apa? Gw jelasin gw minat di bidang programming dan juga administrasi database, disitu gw diminta untuk memilih karena pilihan minat gw bakal dijadikan acuan untuk pertanyaan2 berikutnya (Jd inget interview Trans kemaren), beliau menjelaskan kalo di Djarum untuk IT ada 3 bidang:
- Programming, seputar develop, upgrade, migrasi sistem.
- Infrastruktur, seputar jaringan, perangkat keras (intinya backbone systems di PT Djarum ini).
- Support, lebih kearah troubleshooting sih.
Minat gw tu sebenernya di Infrastruktur, cuma gw ga pernah ada pengalaman dibidang ini, jadi gw sebut aja programming. Lalu akhirnya gw ditanya2 gw udah bikin program apa saja dan pakai bahasa pemograman apa. Setelah panjang lebar gw jelasin si bapak itu nanya lagi “program apa yang yg pernah kmu bikin dalam skala besar?”, Waduuh.. skala besar yang dimaksud itu program yang dibikin dengan banyak orang (lebih dari 5) dan dalam waktu 6 bulan keatas. Gw mana pernah bikin yang sekompleks itu. Lalu gw menjawab klo gw pernah bikin dengan 3 orang dalam waktu 3 bulan. Dan tampakny penjelasan gw itu kurang memuaskan si bapak tersebut. Setelah kembali pertanyaan bertubi2 dari si bapak ini kembali gw ditanya kenapa gw ambil S2. Gw jelasin ada hal2 yang gw ga mengerti saat gw kuliah S1, dan gw diminta menjelaskan rinci pernyataan gw itu. Gw jelasin panjang lebaar.. intinya gw pengen tau manajerial IT di organisasi itu seperti apa. Lalu gw ditanya lagi oleh bapak yang kedua dan ketiga (yang akhirnya ikut bertanya ke gw) tapi cuma seputar kuliah saja, kaya tesis gw gimana, terus kapan rencana lulus, berkebratan ga office day masuk. Cuma sekedar itu. Tapi si bapak yang pertama ini killer banget sihh pertanyaannya. Dan kembali gw ditanya2 dan diacak2 oleh si bapak tersebut. Setelah bombardir pertanyaan, akhirnya si bapak pertama ini bilang gini “Sebenernya saya bingung, kmu itu power-nya dimana? Kmu bilang kmu suka dengan programming.. tapi seharusnya klo suka programming waktu kosong kmu pake buat coding tuk menghasilkan sesuatu. Tapi record kmu bilang kmu terakhir coding itu 2009, jadi setahun kemaren (2010) kmu ngapain aja???” Jleeeeebb… Aw,, sakiit kk !! dalam hati gw. Bener2 ngena banget dihati gw. Ya gw jelasin, 2010 itu gw pake buat penelitian, paper di ITB, jd ga bs coding. Cuma kembali gw dibilang “kan katany kmu suka coding, kenapa kmu malah ga pernah coding setahun itu, ibarat orang suka maen game aj.. Siang mereka kerja, tapi pas malamny mereka kn ga pernah absen dalam nge-game“, Huff.. he’s got the point!!, Dan gw senyum sambil mengiyakan statement bapak ini, otak gw aja bilang “valid” jd gw ga berargumen. Disitu si bapakny tetep geleng2 saja sambil menekankan klo dia bingung menempatkan gw dimana selain diprogramming. Lalu si bapak itu bilang “Nanti ada tes logic, dari situ mungkin kami dapat tau kmu cocokny dimana”. Yaa lalu menit2 berikutnya hanya seputar pertanyaan jika gw dipindahkan bukan diprogramming gw bersedia atau engga. Ya gw jawab aja iya, lalu gw ditanya tentang software testing, termasuk pendapat gw tentang pengertian kalimat “Apa itu Quality Assurance?” yaa gw jawab klo itu adalah serangkaian langkah untuk memastikan dan mengevaluasi “cara” agar dapat tercapai standar minimum kelulusan. Walau dalam dunia nyatanya QA tidak jaminan bahwa kualitas produk yang dihasilkan baik. Setelah gw jawab itu gw dipersilahkan bertanya. Ya udah gw tanya aja pertanyaan standar klo IT di Djarum kantornya disini saja y? Dan si bapak mengiyakan sambil menambahkan, “kita memang untuk kantor IT disetiap kota2 besar ada seperti Surabaya, Semarang, dll” (gw jd inget si ibu HR yang ngeinterview gw klo Djarum masih tersebar kantor ITnya, belum terpusat disatu kantor, satu kota). Terus gw tanya lagi tentang sistem yang dipakai disini, untuk build sistem mereka pake .NET dan Java, java yg digunakan si Java Server (J2EE) hmm.. pantesan aja skill gw ga dianggep, mereka server-side programming bukan client-side. Kl ada yang megang sertifikasi Sun untuk J2EE pasti langsung diterima disini. Soalnya setelah gw tanya2 lagi, Djarum ini sedang ada proses migrasi sistem besar2an, mereka pengen semua sistem IT-ny Djarum jadi satu. Saat ini mereka masih pake .NET, dan migrasinya mau diconvert ke Java. Ckckck jd inget Citi yg juga migrasi besar2an kemaren, emang bener IT itu harusnya terpusat (centralized) bukan tersebar. Akhirnya setelah tidak ada pertanyaan dari gw si bapak2 tersebut keluar dari ruangan. Dan kembali gw harus nunggu untuk tes berikutnya (ditelp sh dibilangny technical tes tp krn gw diruang rapat yang ga ada komputer kayany tes tertulis deh).
Ehh bener aja, selang 5 menit kemudian ibu Tiara masuk dan membawakan kertas berisi pertanyaan2. Tes logic judulnya, jumlahnya gw lupa tapi ada 6 lembar. Dan pertanyaan dalam bahasa inggris semua (kembali gw setuju jaman sekarang english is a must!), waktunya sejam.. lalu gw jawab dehh.. seputar logika aja.. klo 1 orang bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 14 hari, berapa orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 2 hari? seputar itulahh.. lalu setelah satu jam lewat gw dah selesai. tapi bu Tiara belum masuk ke ruangan rapat gede itu. Gw nunggu ajaa.. baru sekitar setengah jam kemudian (jam 12 siang) gw keluar ruangan mencari bu Tiara. Pas gw tanya ke satpam, si bapak tersebut bilang kayany bu Tiara makan siang deh. Jiaaahhh gw ditinggal makan siang, dan gw dipersilahkan kembali menunggu diruang rapat tersebut. Sebelum gw masuk kembali ke ruangan dingin itu gw ke toilet dulu. Lalu gw masuk kedalam dan mengisi gelas air minum gw dengan air panas. Untuk menghangatkan badan (gw ga nemu switch ACnya dimana, ruang rapat kn selalu bukan AC central).
Didalam ruangan tersebut, gw baru ngeh.. dimana2 ada asbak rokok termasuk tadi ditoiletnya ada asbak rokok nempel ke dinding (si merk TOTO itu), disitu gw baru tau.. culture bekerja dikantor yang produk utamanya rokok, ga ada larangan sama sekali ngerokok didalam kantor. Yaa namany juga perusahaan rokok, jd dari pas gw nunggu di lobby, pas gw salah masuk ruangan, pas gw nunggu sebelah satpam, ruang rapat tempat gw berada sekarang ini ampe toiletnya ada asbak semua. Pas gw nunggu td disebelah satpam ada orang yang keluar masuk sambil idup rokoknya (walaupun ga semua tapi ada satu dua orang), termasuk bapak2 kedua yang ngeinterview gw, masuk ke ruang rapat sambil ngerokok. Dan ventilasinya juga bagus, asapnya itu ga nyebar kemana2 tapi langsung masuk blower diatasnya. Jadi ga ninggalin bau rokok diruangan tersebut. Istilah lainnya saat kantor lain melarang merokok didalam kantor, disini hal seperti itu ga ada. Jadi para smokers yang ingin bekerja tapi tetap dapat merokok tanpa harus keluar gedung. Bekerjalah diperusahaan rokok. Hehehe. Suer lhoo.. gw pikir ga ada kantor yang memperbolehkan karyawanny merokok didalam gedung, tapi setelah gw datang ke Djarum ini gw baru tau kantor seperti itu ada.
Sekitar 10 menit sebelum tepat jam 1 siang, bu Tiara masuk dan meminta maaf tadi dia ada urusan dahulu. Lalu kertas tes gw diambil dan gw bakal dikabari dalam 2 minggu kedepan. Setelah gw berjabat tangan gw turun kebawah mengembalikan ID tamu gw itu dan keluar dari gedung Djarum. Btw.. pas tadi nunggu diruang rapat ketimbang gw bengong, gw foto aja diri gw sendiri diruang rapat. Hehehe itu kali yaa gaya gw rapat nanti klo gw diterima di Djarum ini :p.
Dijalan keluar sebenerny interview tadi itu ‘kena’ banget d gw, iyayaa.. kenapa gw ga kepikiran klo gw mau masuk jd programmer harusny gw udah bikin banyak program (Iyee kembali gw mengiyakan gw telad nyadar saat orang2 lain sudah nyadar lama). Kembali gw menyadari klo kerja jadi ‘IT General‘ itu gampang, tapi klo mau jd ‘IT Specific‘.. susahnya minta ampuunn… setidakny gw tau apa yang gw bakal lakukan mulai besok dan seterusnya. Jakarta siang ini mendung, gw sukaa banget cuacanya.. dihari yang adem ini gw berjalan menuju arah gedung BCA Wisma Asia (alih2 gw naik metromini, karena cuacany bersahabat gw malah jalan kesana). Semenjak koridor 9 busway sudah aktif, gw mau nyoba busway dikoridor ini. Lalu gw naik jembatan penyebrangan yang gw lewati 2 tahun lalu pas gw tes di BCA. Setelah beli tiket dan masuk kedalam busway. Gw meninggalkan Slipi disiang hari nun sejuk itu.
Transtudio – Part 2
Minggu pagi, lebih tepatnya minggu siang.. gw bengong karena rumah gw kosong.. ternyata sodara gw dah cabut pas gw terlelap tidur manis tadi. Gw liat jam 12 siang, lalu gw makan dan mandi siap2 buat cabut ke tempat wawancara (yaa itu tempatnya di STIE kmrn). Oia kemarin tu ada sekitar 20rb orang yang ikutan proses perekrutan, alhamdulillah gw dan sodara gw termasuk 2rb orang yang lolos tuk mengikuti seleksi hari kedua. Sekitar jam 1 siang sodara gw pulang, dan dy cerita dehh tentang tesnya tadi.
“Jadi pas tadi gw interview gw ngantri panjang, terus tesnya ga sendiri2.. jadi kita dibikin kelompok. satu kelompok 5 orang lalu ditanya seputar posisi yang kita apply. Pas udah selesai, gw diminta tinggal dulu ada dua orang dalam kelompok gw yang diminta tinggal tuk wawancara lebih lanjut. Disini gw ditanya latar belakang kerja gw dan deskripsi pekerjaannya, pendidikan dan cita – cita. Setelah itu beres deh”, sahut sodara gw yang sedang membuka sepatunya diteras rumah gw. Ohh jadi kaya gitu tohh.. gw pun berangkat ke tempat wawancara tersebut. Yang kali ini udah ga macet kaya kemaren, oia gw parkir disebelah STIE yaitu Wisma Posters karena disini lagi ada resepsi pernikahan, lagian satpamny sendiri yang menawarkan tuk parkir disitu. Gw jalan dan masuk kedalam STIE.
Gw datang ke meja lapor, memperlihatkan no peserta gw dan gw dikasih form lembaran yang harus diisi. Lembar informasi standar sih.. Setelah gw isi komplit gw langsung jalan kedepan pintu masuk dan kagetnya gw jadi ada dua area yang kiri kanany penuh tempat duduk. Dan kedua area itu dua2nya penuh orang. Lalu gw berdiri aja sambil nunggu bergeser. Tiba2 ada satpam yang datang dan ngebilang “No pendaftaran 3 langsung ke area kedua” no pendaftaran gw tu awalanny 3 jadi gw langsung lurus duduk di area orang2 yang no pendaftaranny 3. Disini gw kasih form yang gw isi tadi ke satpam, “nanti dipanggil” sahutnya. Selama duduk gw jadi tau klo 3 itu untuk ‘others‘ sedangkan no awalan 1 dan 2 itu untuk perfomer kaya penyanyi, pemain musik, dll. Yang ‘others‘ itu setelan office semua (termasuk gw) klo performer tu setelan musisi. Yang kasihan sebenerny performer karena mereka interviewny kn bukan ky others. tapi perform. Jadi katakanlah mereka harus nyanyi atau main musik setiap orangny, dan bukan cuma 1 lagu misalny harus 3 lagu per-orang berarti makan waktu lama banget. Makany mereka bete banget nunggu diluar (rada kasihan jg sih). Gw duduk disini sekitar sejam (bener jg kata sodara gw, ngantri lamaa), tapi untung gw bawa nokia gw jd bs baca ebook linux sambil nunggu. Lalu sampai dimana nama kramat gw dipanggil, lalu gw berbaris dan masuk ke lantai 1. Gw kira pas nyampe langsung masuk ruangan, ehh duduk ngantri juga panjang (bener banget kata sodara gw, ngantri panjaang) dan kita bergeser setiap ada yang masuk ruangan. Dan kembali gw duduk manis membaca ebook linux didalam nokia gw itu.
Setelah ada sekitar 20 menitan gw geser tempat duduk akhirnya gw tiba diujung barisan. Ga lama gw langsung dipanggil beserta 4 orang lainnya. Gw duduk di kursi ujung dari 5 kursi tersedia yang membentuk kelompok. Satu orang ditengahnya mengumpulkan kertas yang tadi udah diisi oleh peserta. Pas mulai si interviewer ini langsung membolak balik 5 kertas peserta interview itu. Yang menarik ada satu kertas isian yang ditempel foto oleh pesertanya, 4 lembar isian itu pake pas foto, tapi lembar satu itu foto satu badan penuh. hehehe takjub gw liat ada orang yang kasih foto badan. Akhirnya satu kertas dia pegang dan dia baca. Ternyata itu kertas gw. Wooow.. jadi pas tadi bolak balik kertas buat nyari kertas gw doank. Hehe jadi malu. Terus gw langsung ditanya2 “Taufiq?” tanya dia noleh gw, “yup” sahut gw, “apply posisi apa?” sambung dy lagi, “IT pak” jwb gw dan langsung si bapak itu nulis tulisan gede diatas kertas gw dengan 2 huruf yang gw familiar selama 6 tahun ini : IT. “bisa apa aja skill komputer?” yaa udah gw sebutin dari programming ampe database, dan si bapak ini langsung ambil kertas tambahan yang sempat gw baca tulisan kertas diatasnya Interview User. si bapak langsung mencatatkan semua skill komputer gw diatas lembar itu. Setelah selesai mencatat lembar kedua itu distapples dengan lembar pertama (itu formulir ttg informasi diri yang gw isi diawal), lalu diserahkan ke mba2 petugas Trans disitu dan gw bapak itu ngebilang: “Ke lantai dua ya, ikuti mba ini”, gw langsung bangun dari duduk gw dan mengikuti mba tersebut ke lantai dua.
Dilantai dua gw dipersilahkan nunggu didepan ruangan yang ada tulisan IT dipintunya, pas gw duduk gw cengar cengir.. woow.. gw ekslusif gini, diantar ke lantai dua buat interview, tau aja ni Trans cara memperlakukan orang qualified ky gw (hahaha sombong beneer). Selang 5 menit gw dipersilahkan masuk dan ada dua orang yang menginterview gw (nahh baru cucok nihh, 2 orang yang menginterview gw bukan satu orang interviewer untuk 5 orang, hehe). Selamat siang dan selamat datang, akhirnya gw ditanya “anda mau apply posisi IT apa? cuma bisa satu posisi saja untuk IT” lalu gw jawab “maaf maksudnya apa ya?” lalu dia sambung lagi “Klo anda apply IT Supervisor saya bakal tanya tentang supervisor, klo IT support saya bakal tanya tentang support” ya udah gw langsung bilang “IT Supervisor” heheh kapan lagi gw bs apply posisi dengan minimal pengalaman kerja 3 tahun padahal gw belum punya pengalaman 3 tahun di IT. Ternyata pertanyaanny seputar manajerial saja, pertanyaan pertama “Klo trans mau upgrade sistem, apa saja langkah2 anda dalam melakukannya?” gw jawab “pertama adalah identifikasi, sistem saat ini atau dikenal dengan ‘AS IS‘ nya, dari identifikasi tentunya saya bisa dapat gambaran bagaimana melakukan pembaharuan sistem termasuk pembagian kerjanya, dari sini jugalah sistem yang diharapkan nanti atau ‘TO BE‘ dapat digambarkan”. pertanyaan kedua “klo anda punya anak buah, tapi semuany ga ada yg bisa diandalkan padahal anda bertanggung jawab dalam misalny update sistem” apa yang anda lakukan? apakah anda akan memecat kelima anak buah tersebut?” gw dengan nada datar jawab “Tentuny saya akan pecat dan mengganti mereka dengan pegawai outsource, mereka ga bisa apa2 kenapa dipertahankan!” ehh dia sambung lagi “tapi kan deadline waktunya sangat dekat, jd apa yang akan anda lakukan?” zzz.. dy mah mau gw jawab dengan jawaban sejuta umat dan standar, ya udh deh gw jawab standar aja “Saya akan turun langsung dan penuh dalam pembaharuan sistem ini, dan untuk beberapa modul kecil akan saya bagikan pengerjaanny ke anak buah saya tersebut. Tapi untuk modul utama akan saya tangani langsung” dan si mas ini terlihat puas dengan jawaban standar gw itu. Lanjut pertanyaan berikutnya “Jika anda diharuskan untuk stay di kantor saat hari raya, apakah anda bersedia” tanya beliau. Gw jawab “saya bersedia untuk tidak pulang karena ini menyangkut tanggung jawab saya dan merupakan resiko profesi saya”. Ada beberapa pertanyaan lainny yang pribadi gw lupa, sampai satu pertanyaan kunci terakhir “Bersediakah anda untuk mengikuti technical test?” dan gw jawab “Iya” lalu si bapak tu bertanya ke interviewer kedua “bapak ada pertanyaan?” dan bapak tersebut hanya geleng saja. Btw yang daritadi nanya2 gw tu cuma si bapak ini saja, yang satu lagi (yg geleng saja itu) sepanjang tadi cuma diam saja. Lalu akhirnya gw dipersilahkan untuk bertanya, yaa gw bertanya standar saja kapan pengumumanny dan ternyata sama kaya kmrn pengumuman ntar malam di webnya transtv.co.id. Setelah gw berjabat tangan gw pun keluar ruangan dan turun balik.
Capee.. cape antri.. rada ga fit sih gw hari ini, dihajar angin lagi tadi. zzz… jangan demam lagi donk. Gw balik ke rumah untuk istirahat. Sebenernya pas tadi gw antri gw melihat orang2 sekeliling gw, orang2 yang berharap penuh untuk masuk ke Transtudio, orang2 yang katakanlah ada yang pendidikannya tidak sampai ke tingkat universitas. Mungkin kalo dilihat sisi lainnya banyak dari mereka yang dari daerah, banyak yang mengharapkan kerja disini entah mungkin untuk membantu keluarganya, adik2nya yang sedang sekolah, atau untuk membiayai istri dan anak2nya yang sudah berkeluarga. Kaya orang yg keluar dari ruangan IT tadi, dy sempat duduk disebelah gw dan dia cerita klo dia sudah menikah dan memiliki satu orang anak, selama ini istrinya yang kerja. Makanya dia sangat mengharapkan lolos di Transtudio ini walau dia hanya lulusan sekolah kejuruan informatika (rada ga enak jg pas gw jwb gw dari S2 Informatika ITB) Entah kenapa hati gw terketuk dijalan pulang ini. “Mundur..” mungkin hal yang berat buat gw yang sangat menjunjung tinggi kemenangan, krn nurut gw menang itu mutlak. Tapi mungkin dibalik kemunduran gw, ada satu posisi yang bisa membantu orang2 yang lebih membutuhkan pekerjaan ini dibanding gw. Rada susah siih kompromiin hati ama otak gw yang saling bertentangan. Dan untuk pertama kalinya, gw mundur donk diproses perekrutan karyawan (pedee emang bakal lolos ke tahap selanjutnya) yaa klo gw lolos gw bakal mundur. Lagian bukan gw ga mensyukuri yaa, tapi Alhamdulillah selama ini setiap gw apply posisi IT pasti dipanggil (cuma dipanggil aja, diterima mah kaga), klo gw apply posisi non-IT baru gw ga dipanggil2
intinya Alhamdulillah gw masih ada kesempatan ditempat lain dengan background pendidikan yang gw miliki. “Mungkin bukan disini ladang rejeki gw” gumam gw pelan.
Nyampe rumah gw bikin teh anget, dan ngobrol panjaaang dengan sodara gw. Pas malam ternyata udah keluar nama2 yang lolos ke tahap ketiga. Dan kembali sodara gw bilang, “elu dulu deh”.. dan kembali gw bilang dasar cemen didalam hati gw. Pas gw input no tes gw, Alhamdulillah nama gw lolos ke tahap ketiga (tahap psikotest dan tahap tes teknis), lalu gw input nama sodara gw, ada dua nama tapi bukan nama dy. Lalu gw input no peserta dia dan ternyata ga ada. Artinya dia ga lolos, lalu mukany berubah dan dia ke balkon kamar gw. Setelah beberapa menit gw nyusul dia ke balkon dan nemenin dy ngerokok (kapan gw berhenti ngerokok klo gini ceritanya), Yaa disitu rada kasihan jg sh gw liat dy yang punya harapan tinggi tuk bisa masuk Trans ehh realita berkata lain (jd inget pas gw apply di SCB dan ga lolos) dan dibalik kacamatany itu matany berkaca2 (oooo.. kacianny codalaku iniii). Pas dy bilang “good luck tes besok” ke gw, gw pun menjelaskan ap yang gw pikirkan tadi dijalan. Dan raut mukany pun berubah. Akhirnya dy ketawa2 setelah gw bilang “Kan gw cuma meramaikan proses perekrutan Transtudio aja”, dan ilang deh muka sedihnya. Hahaha ada2 aja dia.
Satu hal yang bikin gw senyum saat melihat nama gw lolos adalah dihari kedua ini ada sekitar 2rb orang yang ikutan interview dan hanya 900 orang yang lolos ke tahap ketiga (tes besoknya). Gw ada diantara 900 orang itu. 900 orang dari total peserta hampir 20.000 orang itu cukup membuat gw senyum mensyukuri. Yaa walaupun gw yakin banget klo gw ikutan tes ketiga ini pasti gw diterima masuk Transtudio (dan kembali gw ke-PEDE-an) cuma toh akhirnya gw milih untuk tidak meneruskan tes ini (bukan bruang namany klo tanpa sensasi
). Mereka yang keterima akan menjalankan theme park indoor terbesar di dunia, di kota kelahiran gw Bandung. Dan saat theme park ini dibuka, gw pasti datang tuk melihat orang2 yang berhasil lolos tiga tahap tes melelahkan itu. Good luck yaa kerjanya, Sukses selalu Trans Studio terutama untuk Trans Corp
.
Transtudio – Part 1
Hehehhehehehhe… Iyeee gw ikutan seleksi pegawai Trans Studio di Bandung. Katanya sih buat Theme park indoor terbesar didunia (gw curiga di BSM deh, kan bagian belakangnya lagi dibangun besar2an). Lalu gw apply posisi apa? Tuk posisi IT-lah pastinya
Ceritanya gini.. minggu kmrn sodara gw cerita kalo dy mau ikutan proses rekrutmen Trans Studio, awalny gw pikir sejenis BDP TransTV gitu. Ehh setelah dia menjelaskan yang BDP tu buat di Trans Corp, sedangkan ini buat di Studiony. Dengan nada heran gw bertanya ke dy “bedanya apa?”, “Klo Corp tu buat di markasny di tendean sono, nahh klo Studio itu buat Theme Park-nya” sahut dy. Gw yg masih dengan rasa ketidak tertarikan yang sangat hanya melanjutkan makan roti isi keju yg gw dapat tadi siang, berbeda dengan sodara gw tu yang menggebu2 pengen dan semangat mengikuti proses perekrutan hingga menjadi karyawan Trans. Pas dia sibuk liat websitenya (yg pada awalny gw pikir dy sedang jampi2 no pendaftaran dy supaya lolos krn sibuk komat kamit didepan layar monitor), Gw iseng ikutan melihat ada posisi apa aja yg dibuka.. ternyata hampir semua posisi dibuka. Dari satpam sampai ke karyawan untuk setiap tugasnya. “Perekrutan besar2an inii” kata si Dani sodara gw. Lalu pas gw coba klak klik sana sini, ehh ada posisi IT. Ya udh deh gw ikutan apply, cuma ngisi data secara online doank lalu print n bawa pas hari tes ntar.
Sabtu pagi tadi pas gw lagi tdr di kamar gw yg adem ayem redup cahaya ga banyak itu tiba2 ada yang buka pintu kamar gw dan membiarkan matahari menyinari kamar gw ini. Pas gw buka dengan nyawa setengah sadar ehh si Dani dah dtg dari Jkt pake travel pagi. Setelah ngobrol singkat pagi hari, kita berangkat deh ke tempat tes-nya. Tempatnya di STIE EKUITAS Bandung (P.H Mustofa) Oia karena si Dani dah daftar lebih awal pas minggu kmrn, dy kebagian tes jam 12 siang, sedangkan gw kebagian jam 6 sore. Ya udah gw ngider dulu ampe sore lalu balik kesana. “Dilarang membawa kendaraan pribadi” himbauan dikertas pendaftaran, tp karena gw dah bawa mobil jd gw parkir di Giant Pahlawan (yang gw sadar kemudian kenapa gw ga parkir di Itenas atau di Ampera aja). Pas gw datang, tu jalan jadi macet total.. ckckck.. ga abs pikir gw, yang dari Bandung aj banyak yg ikutan apalagi yg dari luar kota, katakanlah, Jakarta.
Pas nyampe ga terlalu antri, jd ada jalan kaya mau masuk ke wahana (muter2 ky uler) diujung ada karyawan Trans pegang cap. Tangan gw dicap Trans, berikutnya gw dikasih benang panjang, lalu nomer peserta dehh, terakhir gw diminta formulir yang dah diprint tadi. Setelah itu gw pasang tali ke nomer yang dah dikasih dan langsung naik ke lt. 3 STIE, disitu gw diarahkan ke ruangan kelas yang udah ada orang, lalu gw duduk manis dan melihat sekeliling. Tiba2 si mas diluar bilang gini, “2 orang lagi”, pas dua orang lagi masuk langsung pintu ditutup dan tes dimulai. Disitu gw langsung ngeh.. ohh ternyata tesnya tu ga sesuai jam, ga harus sesuai dengan kertas pendaftaran. Ya iyalah, orangny aja berjubel.. Lalu kita dibagiin kertas jawaban yg bisa diisi dengan pensil atau ballpoint (cuma disilang kok) dan buku soal pun dibagikan. “waktu hanya 20 menit, Mulai!!”.
Pas gw buka isi soalny tentang pengetahuan umum aja sih.. gw dapat soal A dan pertanyaan pertama adalah “Mana yang lebih lama masa pemerintahanny? Pak Harto atau Hoesni Mobarak? gw langsung jawab sama2 30 tahun (yang malamny gw baru tau klo pak Harto lebih lama 32 tahun). 10 pertanyaan terakhir tu tentang bahasa inggris, cuma struktur kalimat aja sih.. dengan cepat gw jawab sesi ini tanpa hambatan. sekitar 5 menit kemudian setelah gw bengong mau ngapain karena dah selesai dan gw cuma mainin pensil aja diputer2, bunyi teriakan pengawas: “Selesai!! silahkan dikumpulkan”, setelah gw kumpulkan gw pun cabut. “Pengumuman nama2 yang lolos bisa diliat jam 10 malam nanti di www.transtv.co.id, terima kasih telah mengikuti proses perekrutan Trans studio”.
Heheh pas gw keluar gw ketemu temen2 gw juga yang iseng2 ngikutin. Yoiii.. emang anak muda/anak gaul pasti ikutan seleksi Trans studio sabtu ini (jangan ngaku anak gaul klo ga ikutan), setelah gw keluar gw pun cabs pulang k rumah. Pas gw cabut dari Giant, tu Jl P.H Mustofa maceeeeeetttt totaaall…. cuma karena ada even itu doank penyebabnya, huff.. ada sekitar setengah jam gw stuck diperempatan lampu merah yang deadlock krn mobil2nya saling ‘kunci’. Setelah polisi mengalihkan laju lalu lintas baru deh simpul mati itu terbuka.
Malamnya.. pas gw lagi cerita2 ama sodara gw ini, tiba2 gw buka webnya Trans, dan tu halaman web down donk.. hahaha antara banyak yang akses atau emg lagi upload hasil tes aja. Sekitar jam 4 pagi, sodara gw bilang “bray udah bs diakses tuh”, pas gw klik bener aja udah muncul listnya. Sodara gw bilang “Elu duluan deh”, dasar cemen.. dalam hati gw. Lalu gw masukin no tes gw dan muncullah nama kramat gw dengan cetakan salah
gw kebagian jam 3 sore artinya gw bs tidur duluu.. klo sodara gw dia juga lolos tapi kebagian jam 9 pagi.. moga2 aja dy bs bangun.. hahahaha.




























